
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com–Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengakui kesabaran dan ketenangan wakil Thailand Kunlavut Vitidsarn menjadi faktor utama yang membuatnya kesulitan mengembangkan permainan. Jonatan yang berstatus unggulan keempat harus mengakhiri Langkah di semifinal BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2026.
Jonatan kalah dua gim langsung 16-21, 16-21 dari Kunlavut di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (10/1).
”Pertama, bersyukur dulu, puji Tuhan tidak ada cedera. Saya harus akui hari ini Kunlavut bermain lebih sabar dan lebih tenang,” kata Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI seusai laga seperti dillansir dari Antara.
Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu menilai dirinya kerap kehilangan momentum. Terutama setelah memenangkan reli-reli panjang, namun justru memberikan poin dengan mudah pada kesempatan berikutnya.
”Beberapa kali reli panjang sudah bisa saya menangkan, tapi poin berikutnya saya malah gampang memberi poin ke dia dengan sangat cepat. Itu yang cukup jelas dan jadi pekerjaan rumah untuk saya,” ujar Jonatan.
Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Jonatan dari Kunlavut setelah sebelumnya juga takluk pada ajang BWF World Tour Finals 2025 dengan skor 10-21, 14-21. Meski demikian, berdasar rekor pertemuan, Jonatan masih unggul tipis dengan delapan kemenangan berbanding tujuh kemenangan milik Kunlavut.
Meski gagal melaju ke final, Jonatan menilai penampilannya sepanjang turnamen tetap memberikan modal positif untuk menghadapi turnamen-turnamen selanjutnya.
”Secara keseluruhan sejauh ini cukup baik. Saya tahu di mana kesalahannya, saya tahu di mana saya salah bermain dan bagaimana seharusnya bermain,” tandas Jonatan.
Dia menambahkan, pencapaian hingga babak semifinal menjadi tambahan motivasi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk terus memperbaiki performa.
”Sampai semifinal cukup oke, ini jadi tambahan motivasi dan percaya diri. Semoga ke depan saya bisa bermain jauh lebih baik lagi dan pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan bisa cepat teratasi,” ujar Jonatan.
Sementara itu, harapan Indonesia di Malaysia Open 2026 kini bertumpu pada sektor ganda putra melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka akan menghadapi wakil tuan rumah Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022