
Pembalap Formula 1, Daniel Ricciardo. (F1.com)
JawaPos.com – Pembalap asal Australia, Daniel Ricciardo diprediksi akan mengakhiri karirnya sebagai pembalap di Formula 1 setelah balapan di Grand Prix Marina Bay Singapura 2024 berakhir.
Kabar ini muncul ketika tim RedBull memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Ricciardo, dan membuat kontrak baru dengan Liam Lawson untuk musim 2025 mendatang.
Diketahui juga, posisi Ricciardo untuk musim kedepan belum memilik kepastian. Karena sejauh ini ia belum mendapatkan kontrak apapun dari tim RedBull maupun tim lain untuk balapan di musim mendatang.
Selama musim 2024 ini, Daniel Ricciardo memiliki performa yang kurang baik dan belum ada peningkatan. Dia juga mengaku pasrah dan sudah melakukan semua yang terbaik selama balapan, namun hasil nya memang cukup sulit untuk diprediksi.
Ricciardo juga dianggap terlalu tua untuk tim RedBull. Saat ini usianya adalah 35 tahun, berbeda jauh dengan Lawson yang akan menggantikan posisi dirinya yang berusia 22 tahun.
Karir Ricciardo di Formula 1 berawal di tim RedBull pada tahun 2011, yang kemudian setelah lima tahun ada pada tim Redbull, ia sempat pindah ke Renault dan McLaren sampai tahun 2022.
Kontraknya bersama RedBull berjalan kembali pada awal musim 2022 sebagai pembalap cadangan, yang kemudian masuk ke grid pembalap reguler sejak pertangahan tahun.
Dilansir pada laman instagram official Formula 1 (@F1), Ricciardo mengungkapkan rasa emosionalnya dengan mata yang berkaca-kaca setelah balapannya di Grand Prix Singapura telah berakhir.
“Ada banyak perasaan yang emosional, bercampur dengan rasa lelah. Dan hal ini menjadi sesuatu yang selalu dirasakan tahun ke tahun. Dan ya, saat ini aku hanya ingin menikmati berbagai momen nya,” Ujar Ricciardo.
Pada momen balapannya di Grand Prix Singapura yang berlangsung kemarin (22/9), cukup banyak penggemar yang menyayangkan berita buruk ini dan menjadikan Ricciardo sebagai ‘Driver of the Day’ berdasarkan vote penggemar dengan total vote sebanyak 20%.
Ricciardo juga mendapatkan fastest lap pada balapan terakhir ini dengan Lap Recordnya yaitu 1:24.486 (188.218 km/h), yang mana ini juga menjadi lap record cepat terbaru yang ada di Grand Prix Marina Bay Singapura.
Meskipun spekulasi tentang berakhir atau tidaknya karir Ricciardo di Formula 1 belum pasti, namun momen balapan terakhirnya ini dengan mendapatkan fastest lap tentu akanmenjadi suatu momen yang tak terupakan.
Dilansir pada laman NewYork Times dalam suatu wawancara, Ricciardo juga mengungkapkan pendapatnya tentang balapan terakhirnya itu.
“Jika memang ini adalah akhirnya, maka akan saya katakan bahwa saya bangga dengan perjalanan karir ini. Saya mencoba untuk menjadi juara world champion, saya juga telah berusaha menjadi yang terbaik didunia. Saya rasa itu menjadi suatu hal yang selalu kita inginkan dari diri kita. Beberapa ada yang tercapai, dan beberapa tidak,” Ujarnya.
“Pada akhirnya, jika saya memiliki suatu kekurangan, saya juga tidak dapat terlalu keras pada diri saya sendiri. Saya senang dengan usaha yang sudah dilakukan selama ini, dan tidak ada rasa kesedihan atau perasaan menyesal atau apapun yang mungkin terjadi.”

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
