Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Agustus 2024 | 18.27 WIB

Anthony Sinisuka Ginting Tumbang, Pupus Sudah Asa Emas Indonesia di Tunggal Putra Olimpiade 2024

Anthony Sinisuka Ginting tumbang dan gagal raih medali emas di Olimpiade 2024. (Instagram/@timindonesiaofficial) - Image

Anthony Sinisuka Ginting tumbang dan gagal raih medali emas di Olimpiade 2024. (Instagram/@timindonesiaofficial)

JawaPos.com — Anthony Sinisuka Ginting menutup perjalanan Indonesia di sektor tunggal putra bulu tangkis dengan kekecewaan besar setelah tersingkir dari Olimpiade 2024.

Dalam laga terakhir Grup H, Anthony harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Toma Junior Popov, dengan skor 19-21, 21-17, dan 15-21. Kekalahan ini menghentikan langkah Ginting sekaligus memupus harapan Indonesia untuk meraih medali emas dari tunggal putra.

Pertandingan yang berlangsung di Porte de la Chapelle Arena pada Rabu (31/7) malam WIB ini menjadi ajang adu kekuatan dan strategi. Ginting, yang datang dengan harapan besar, harus berhadapan dengan dukungan mayoritas penonton Prancis yang memenuhi stadion.

Sejak awal permainan, kedua pemain saling berkejaran poin. Namun, di game pertama, Ginting harus tertinggal 19-21 setelah Toma Junior Popov berhasil membalikkan keadaan.

Ginting sebenarnya menunjukkan performa yang solid di game kedua. Dengan permainan reli dan kombinasi netting yang baik, ia berhasil mengungguli Popov dengan skor 21-17, membuat pertandingan harus dilanjutkan ke game penentuan.

Di game ketiga, meskipun Ginting sempat unggul di awal dengan skor 4-1, tekanan dari Popov yang terus meningkat membuatnya kehilangan kendali permainan. Popov berhasil memanfaatkan momen tersebut dan menutup game dengan kemenangan 21-15.

Kekalahan Anthony Sinisuka Ginting ini mengakhiri perjalanan tunggal putra Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Sebelumnya, Jonatan Christie, yang juga menjadi andalan Indonesia di sektor ini, harus pulang lebih awal setelah takluk dari Lakshya Sen asal India dengan skor 18-21 dan 12-21 pada pertandingan di Grup L.

Kegagalan Ginting dan Jonatan sekaligus menyisakan duka mendalam bagi para pendukung bulu tangkis Indonesia, yang selalu menaruh harapan besar pada sektor ini.

Tidak hanya di sektor tunggal putra, beberapa wakil Indonesia lainnya juga harus mengakhiri perjuangan mereka di Olimpiade Paris 2024 lebih awal. Ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga gugur di fase penyisihan.

Kekalahan mereka menambah deretan hasil mengecewakan yang dialami kontingen Indonesia di cabang bulu tangkis, yang biasanya menjadi lumbung medali.

Kini, harapan Indonesia di cabang bulu tangkis tinggal bertumpu pada dua wakil tersisa, yaitu Gregoria Mariska Tunjung di sektor tunggal putri dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di sektor ganda putra.

Gregoria telah menunjukkan performa impresif dengan kemenangan atas Tereza Svabikova dari Republik Ceko dengan skor 21-12, 21-18. Sementara itu, Fajar/Rian akan menghadapi tantangan besar melawan pasangan kuat dari Tiongkok, Liang Weikeng/Wang Chang, di babak perempat final.

Kekalahan Ginting dari Popov adalah gambaran dari betapa ketatnya persaingan di level Olimpiade. Meskipun Ginting telah berusaha memberikan yang terbaik, hasil ini menunjukkan bahwa persaingan di dunia bulu tangkis semakin merata dan tidak mudah untuk memenangkan pertandingan. Tekanan dari dukungan penonton tuan rumah juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan, terutama di ajang sebesar Olimpiade.

Dengan gugurnya Ginting dan Jonatan, para pecinta bulu tangkis Indonesia tentunya merasa kecewa. Namun, olahraga selalu memberikan pelajaran berharga tentang kerja keras, semangat, dan sportivitas. Ginting dan Jonatan, meskipun gagal mencapai target medali, tetap layak mendapatkan apresiasi atas perjuangan mereka. Mereka telah berjuang dengan segenap kemampuan dan dedikasi, meskipun hasil akhirnya tidak sesuai harapan.

Fokus kini beralih pada Gregoria Mariska Tunjung dan Fajar/Rian. Gregoria akan menghadapi lawan berat di babak 16 besar, Kim Ga-eun dari Korea Selatan, yang dikenal sebagai pemain yang ulet dan memiliki teknik tinggi. Sementara itu, Fajar/Rian diharapkan bisa melanjutkan tren positif mereka dan melangkah lebih jauh, meskipun harus berhadapan dengan pasangan tangguh dari China. Perjuangan mereka akan menjadi tumpuan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia yang ingin melihat atletnya berjaya di panggung dunia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore