
Hariyanto Arbi. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
Hariyanto Arbi melegenda sebagai pebulu tangkis dengan julukan Smash 100 Watt. Dia memutuskan gantung raket sekitar 1997. Berbeda dengan kebanyakan mantan atlet lain, Arbi tidak berkarier menjadi pelatih atau pengurus di PP PBSI. Arbi memilih jalur lain. Apa itu? Politik dan bisnis olahraga. Berikut petikan wawancara Jawa Pos dengan Arbi.
---
HALO, apa kabar Pak Arbi?
Ya, baik.
Setelah tidak menjadi atlet, apa saja kesibukannya?
Ya, sekarang kan punya produk sendiri dengan nama Flypower. Jadi, konsentrasi jualan di situ. Selain memasarkan, kami mendukung atlet Indonesia (melalui produk, Red).
Di politik masih jalan juga?
Oh, ya masih dong (Arbi menjadi juru bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia), hehehe.
Tidak tertarik menjadi pelatih atau pengurus di PP PBSI?
Tidak. Hahaha. Kan mendukungnya tidak mesti di kepelatihan. Dengan apparel ini, kami juga ikut mendukung. Misalnya, kami dukung perhelatan Piala Presiden 2022 dengan menyediakan karpet lapangan, shuttlecock, dan baju panitia.
Awal bisa menggeluti bisnis apparel ini bagaimana?
Awalnya kan, setelah tidak main bulu tangkis (pensiun pada 2000), saya bingung mau ngapain. Kira-kira dua tahunan lah stop main, ya. Kita Indonesia ini kan, kalau di bulu tangkis, boleh dibilang seperti Brasil di sepak bola. Tapi, kan produknya (apparel lokal) itu tidak ada. Nah, kami konsentrasi di situ. Kita (pemain) bisa jadi juara dunia, seharusnya produknya juga.
Ide mulainya kapan?
Sekitar 2002–2003. Idenya itu ceritanya saya sama Fung Permadi di Taiwan. Setelah stop (bermain), kan bingung. Terus, bilang di sana ada yang bisa dikerjain nggak? Terus, dibilang ini ada yang mau pesan sepatu. Mau dikerjain nggak. Nah, awalnya begitu. Sepatunya dikerjain langsung kirim ke Taiwan. Habis itu, saya bilang boleh juga nih dijual di sini (Indonesia) dan sambutannya bagus terus ya sampai sekarang. Waktu awal-awal itu, diri sendiri yang jadi ikon. Hahaha.
Setelah itu?
Setelah itu, baru 2009–2010 kami pilih almarhum Markis Kido yang berpasangan sama Hendra Setiawan sebagai brand ambassador. Sekarang ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Siti Fadia Silva Ramadhanti, serta Ribka Sugiarto.
Ada kriteria khusus dalam menentukan ikon?
Oh, iya dong. Kami mau atlet berprestasi. Sekarang ada Fadia yang beberapa kali bisa jadi juara. Selain itu, kami kan konsepnya dengan batik. Jadi, kami bedain batik dengan ikonnya. Contohnya, kalau sih Liliyana Natsir batik dari Kalimantan, Tontowi Ahmad dari Bali. Kami mau bedain karena mau angkat batiknya juga. Kami pengin melihat di lapangan sebagai pembeda. Kalau sekarang dengan batik dari jauh sudah tahu ada batik, ini pasti dari Indonesia Flypower. Jadi, kami mau membedakan itu dan memperkenalkan batik.
Apa gol utamanya?
Penginnya bisa terkenal. Makanya, tagline-nya Dari Indonesia Mendunia. Jadi, jangan pemainnya saja. Produknya juga mendunia. Saya ingin produknya bisa dipakai tim Indonesia.
Bagaimana tanggapan soal atlet muda bulu tangkis kita saat ini?
Perkembangan saat ini lebih bagus. Terutama persaingan antarnegara lain yang mulai merata.
Oh ya, bagaimana awalnya terjun ke dunia politik?
Sama dengan bisnis, kan ada keinginan setelah main apa (aktivitas). Di politik, kan saya bisa membantu lebih luas lagi. Apalagi, saya di PSI ini lebih banyak di bagian sosialnya. Jadi, saya sering turun ke bawah.
Menurut Bapak, ada yang membedakan jadi atlet dengan berkecimpung di politik?
Banyak sih, ya. Di politik ini juga bawa senang aja untuk membantu.
Apa ada kaitan menjadi politikus untuk misi menyejahterakan atlet?
Ya, ada pastinya. Misalnya, uang pensiun kan belum ada. Kalau yang paling masuk akal, ya peraih medali Olimpiade.
Apa yang buat sulit merealisasikan itu?
Masih butuh lobi-lobi lah.
JEJAK HARIYANTO ARBI
Nama lahir : Michael Ludwig Hariyanto Arbi
Lahir : Kudus, 21 Januari 1972 (umur 50 tahun)
Tinggi : 178 cm
Julukan : Smash 100 Watt
Peringkat tertinggi : Tunggal putra nomor 1 (7 Februari 1995)
Klub : PB Djarum
Aktivitas saat ini : Bisnis apparel dan juru bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia
GELAR JUARA
Turnamen | Tahun
• Hongkong Terbuka | 1994 dan 1995
• All England | 1993 dan 1994
• Jepang Terbuka | 1993 dan 1995
• Taipei Master | 1993 dan 1994
• Juara Dunia State Express 555 | 1994
• Juara beregu dan perorangan ASEAN Games | 1994
• Juara di kejuaraan dunia | 1995
• Juara Piala Thomas | 1994, 1996,1998, 2000

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
