
Photo
JawaPos.com– Kemenpora resmi hanya memberangkatkan 31 cabang olahraga (cabor) untuk ajang SEA Games Vietnam yang berlangsung pada 12–23 Mei 2022.
Sebelumnya, beberapa cabor yang tidak diberangkatkan sempat protes.
Ketua Tim Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asmawi menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil review dari tim yang terdiri atas para akademisi, praktisi olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Tim penilai melakukan wawancara dengan pelatih, manajer, dan pengurus cabang olahraga serta melihat rekam jejak prestasi cabang olahraga tersebut di ajang-ajang terakhir yang diikuti.
Baik single maupun multievent. ’’Review itu tidak hanya wawancara dengan cabor, tetapi kami juga mempunyai data dan track record,’’ bebernya kemarin.
Selain itu, Asmawi mengatakan, pemerintah telah menetapkan Olimpiade sebagai sasaran utama dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Sedangkan SEA Games hanya sasaran antara menuju Asian Games dan Olimpiade. Sehingga kategori pertama adalah 13 cabor. ’’Tentu yang nantinya mempunyai kans untuk meraih medali emas, perak, dan perunggu,” ujarnya.
Ke-13 cabor prioritas itu adalah angkat besi, atletik, balap sepeda, bulu tangkis, dayung (kano/kayak-perahu naga), karate, menembak, panahan, pencak silat, renang, senam, taekwondo, dan wushu. Satu yang masuk DBON tapi tidak dipertandingkan di SEA Games adalah panjat tebing.
Selain itu, kriteria kedua adalah cabor yang tidak masuk DBON tetapi dinilai memiliki potensi meraih medali. Yaitu, ada 18 cabor.
Terdiri atas tinju, voli indoor, voli pantai, boling, catur, jujitsu, judo, tenis, triatlon, sepak takraw, kickboxing, sepak bola, e-sport, anggar, basket, gulat, selam, vovinam, dan golf. ’’Ada potensi emas dan perak, jadi kita berangkatkan,’’ ucapnya.
Terkait adanya rencana keberangkatan mandiri dari beberapa cabor yang tidak diberangkatkan pemerintah, Asmawi menyebut pemerintah hanya memberangkatkan 31 cabang olahraga yang sudah ditetapkan dengan total 738 orang kontingen.
Dengan perincian, 476 atlet, 207 ofisial, dan 55 tenaga pendukung. ’’Jadi, sudah diputuskan yang mandiri ini tidak diberangkatkan,” ucapnya.
Salah seorang atlet yang diproyeksikan untuk Olimpiade 2024 adalah Rifda Irfanaluthfi. Pesenam artistik itu menuturkan, untuk mengikuti Olimpiade, masih ada semangat yang menggebu-gebu.
’’Atlet senam dari Indonesia belum ada yang tembus. Saya berharap bisa menjadi yang pertama bisa tembus,’’ tuturnya kepada Jawa Pos.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
