
Andakara Prastawa melawan Lebanon FIBA Asia
JawaPos.com-Bintang tim nasional Indonesia dan point guard andalan Pelita Jaya Andakara Prastawa Dhyaksa mengaku sangat kecewa dengan terungkapnya match fixing di Indonesian Basketball League (IBL).
Dalam kasus itu, lima pemain Pacific Caesar Surabaya dan satu point guard Bali United Yerikho Tuasela terbukti melakukan pengaturan pertandingan pada musim kompetisi 2021. Hasilnya, enam pemain tersebut dihukum tidak boleh berkiprah seumur hidup di IBL.
Menurut Prastawa, itu bukan cuma merusak karier si pemain. Melainkan juga basket tanah air. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Rizky Ahmad Fauzi dengan Prastawa, 29 Desember.
Halo, bagaimana tanggapan soal terungkapnya match fixing yang menyeret enam pemain IBL?
Dari saya sendiri tidak mengerti hukuman yang pas buat kasus tersebut itu apa. Ada dua sisi sih. Di satu sisi saya kasihan kalau dihukum seumur hidup. Di sisi lain, sebagai pemain, juga kecewa ada match fixing di olahraga basket yang kita cintai ini.
Menyayangkan adanya kejadian ini?
Sebenarnya kalau lu cinta sama basket lu pastinya tidak ada kepikiran untuk seperti itu (match fixing, Red). Ini jadi jelek buat basket Indonesia. Bukan hanya pemainnya (yang terlibat), semua terdampak.
Mungkin orang luar tidak tahu enam orang itu siapa saja. Tapi, tahunya di basket ada match fixing. Bukan pemain yang dibahas. Tapi basketnya. Jadi, sayang kita lagi bangun lebih bagus, eh ada masalah seperti ini
Cukup mengenal dengan enam pemain yang terlibat?
Ya, cukup kenal Yerikho (Tuasela) dan beberapa pemain Pacific Caesar yang terlibat. Maksudnya, ada yang masih muda-muda yang berpotensi bisa bagus.
Jadi sayang banget. Semoga ke depannya bisa jadi pelajaran buat teman yang lain. Ya, nggak usah lah kayak begitu. Apa sih. Itu kan cuma duit sesaat.
Ada anggapan ini dilakukan karena pendapatan di basket kurang. Menurut Anda?
Kalau saya pribadi cukup banget sih. Saya bisa bilang (pendapatan, Red) saya lebih dari teman-teman saya yang bekerja kantoran. Maksudnya, kalau dibilang basket tidak bisa menghidupi ya nggak.
Seperti ini, kalau lu kerja kantoran kalau tidak berprestasi sama saja kan? Pasti gajinya di situ-situ aja. Jadi, menurut saya, bergantung prestasi di lapangan juga. Tidak bisa dibilang di basket kecil, jadi mereka seperti itu.
Ada harapan lain?
Yang pasti itu, pertama buat teman-teman yang terjerat semoga ada jalan keluar yang lebih enak. Pokoknya sesama pemain tetap mendukung (pribadinya, Red), tapi menyayangkan seperti itu.
Buat teman lain yang alhamdulillah tidak terlibat, teruskan. Jangan sampai terlibat ya. Jangan bikin masalah yang merugikan bola basket.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
