
Potret Suporter Indonesia saat hadir dukung Megawati Hangestri dan Jung Kwan Jang Red Spark di Gwangju Pepper Stadium./KOVO
JawaPos.com - Pada laga lanjutan Liga Voli Korea Selatan, Megawati Hangestri dan Jung Kwan Jang Red Spark mendapatkan dukungan besar dari suporter Indonesia yang hadir di stadion.
Berdasarkan laporan tertulis yang diterima JawaPos.com, suporter Indonesia yang tinggal di Korea itu turut hadir di Gwangju Pepper Stadium saat laga Jung Kwan Jang Red Spark kontra AI Pepper Savings Bank, Minggu (5/11).
Bahkan, tak tanggung-tanggung suporter Indonesia hadir hingga menyewa tiga bus sekaligus.
Seiring dengan dukungan besar itu, atlet voli Indonesia yang saat ini membela klub Korea Selatan, Jung Kwan Jang Red Spark berhasil tampil mengesankan dan mengantarkan kemenangan untuk tim yang bermarkas di Kota Daejeon tersebut.
Laga yang berkesudahan dengan skor 0-3 untuk kemenangan Red Spark itu tidak terlepas dari peran penting Megawati Hangestri.
Saat itu, Mega begitu sapaan akrab Megawati Hangestri, berhasil mencatatkan 25 poin disusul rekan satu timnya Giovanna alias Jia dengan 18 poin.
Bahkan dengan raihan tersebut, pemilik nama lengkap Megawati Hangestri Pertiwi itu dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) putaran pertama Liga Voli Korea Selatan divisi wanita.
Sayangnya, raihan apik pemain yang dijuluki 'Megatron' itu sedikit tercoreng oleh ulah suporter Indonesia yang hadir.
Sebagaimana dilaporkan MHN Sports, tindakan suporter Indonesia di pinggir lapangan saat laga Red Spark kontra AI Pepper rupanya dianggap kurang sopan dan kontroversial.
Bahkan, ada pendukung lokal (warga Korea) yang melaporkan melalui email terkait tindakan kontroversial suporter Indonesia ke media tersebut.
Dalam laporan tersebut, suporter Indonesia melakukan hal-hal seperti menempelkan nama Mega pada bendera negara dengan huruf besar dengan lakban, menyemangati tim tamu dari tribun penonton tim tuan rumah, dan membuat plakat bertuliskan nama politisi negaranya.
Meski begitu, berdasarkan peraturan Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) tidak ada pedoman atau aturan yang tegas mengenai larangan penggunaan properti berbau politik dalam sebuah pertandingan voli.
Atas kejadian tersebut, manajemen Jung Kwan Jang Red Spark kemudian merilis beberapa peringatan untuk suporter selama pertandingan.
Adapun peringatan tersebut termasuk dalam delapan aturan saat menonton pertandingan di stadion yang harus dipatuhi oleh suporter.
Mulai dari larangan penggunaan slogan berbau politik, mencoret bendera negara, mencemooh pemain, menggunakan flash kamera, bersorak di area pendukung tuan rumah saat away, duduk selain di tempat yang ditentukan, mendukung sambil berdiri dan memotret para pemain saat pemanasan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
