Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 November 2023 | 05.46 WIB

Perebutan Tiket Final DBL Seri DKI Jakarta di Indonesia Arena Dimulai

Ketum Pengprov Perbasi DKI Jakarta Lexyndo Hakim (kelima dari kanan) bersama tim putri SMAN 70 Jakarta, juara Seri Jakarta Selatan (South Region). (Dok. DBL) - Image

Ketum Pengprov Perbasi DKI Jakarta Lexyndo Hakim (kelima dari kanan) bersama tim putri SMAN 70 Jakarta, juara Seri Jakarta Selatan (South Region). (Dok. DBL)

JawaPos.com - Setelah bergulir secara maraton di empat region (wilayah) DKI Jakarta sejak Agustus lalu hingga Oktober kemarin, rangkaian panjang liga basket pelajar terbesar Seri Ibu Kota, Honda DBL with Kopi Good Day 2023 DKI Jakarta Series akan memasuki fase puncaknya pada bulan November ini. Tepatnya pada tanggal 17 November nanti saat dilangsungkannya Final DBL Seri DKI Jakarta di Indonesia Arena.

Hanya empat tim terbaik, dua putra dan dua putri, yang berhak tampil pada momen puncak dan bersejarah di Indonesia Arena pada 17 November nanti. Posisi sebagai finalis itulah yang akan diperebutkan oleh 16 tim berstatus terbaik dari wilayah masing-masing (region). Terdiri dari delapan tim putra dan delapan tim putri. 

Dari persaingan putri, ada tim SMAK 1 Penabur Jakarta dan SMA Dian Harapan Jakarta yang berstatus champion dan runner-up West Region (Seri Jakarta Barat). Lalu ada SMA Jubilee (champion) dan SMA 1 PSKD (runner-up) dari North & Central Region (Seri Jakarta Utara & Pusat), SMAN 71 Jakarta (champion) dan SMAN 21 Jakarta (runner-up) dari East Region (Seri Jakarta Timur), serta SMAN 70 Jakarta (champion) dan SMAN 3 Jakarta (runner-up) yang mewakili South Region (Seri Jakarta Selatan).

Sementara pesaing putra ada tim SMA Bukit Sion (champion) dan SMA IPEKA Puri yang mewakili West Region (Seri Jakarta Barat), SMA Jubilee (champion) dan SMA Kolese Kanisius (runner-up) North & Central Region (Seri Jakarta Utara & Pusat), SMAN 71 Jakarta (champion) dan SMAN 91 Jakarta (runner-up) East Region (Seri Jakarta Timur), serta SMA Al-Izhar Pondok Labu (champion) dan SMAN 47 Jakarta (runner-up) South Region atau Seri Jakarta Selatan. 

Untuk bisa merebut tiket tampil pada Final DBL Seri DKI Jakarta di Indonesia Arena, ke-16 tim itu harus bersaing pada fase Championship Series terlebih dahulu, yang dilangsungkan di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan pada tanggal 2 hingga 8 November. 

”Selama sepekan ke depan kita akan menyaksikan persaingan yang kompetitif dari tim basket sekolah berstatus terbaik dari masing-masing wilayah se-DKI Jakarta. Saya mengucapkan selamat bertanding kepada para student-athlete kebanggaan kami semua. Saya sudah tak sabar menantikan, siapa yang akan mengukir sejarah merebut tiket tampil pada Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2023 DKI Jakarta Series di Indonesia Arena pada tanggal 17 November nanti,” ujar Lexyndo Hakim, Ketua Umum Pengprov Perbasi DKI Jakarta dalam keterangan tertulisnya. 

Pria yang akrab disapa Lexy ini ikut bangga karena pada musim 2023 ini, DBL Seri DKI Jakarta mencatatkan pertumbuhan luar biasa. 

”Kami (Perbasi DKI Jakarta) dan DBL Indonesia memiliki concern yang sama pada pembinaan. Khususnya di tingkat pelajar. Karena itu, kami berkolaborasi secara intens untuk terus meningkatkan partisipasi. Agar DBL dapat menjangkau lebih banyak pelajar dan sekolah yang ikut berpartisipasi. Termasuk memikirkan bagaimana agar animo dari pertumbuhan yang luar biasa itu dapat ditampung. Hingga muncul lah gagasan yang extra ordinary. Yakni, menggelar babak puncak di Indonesia Arena,” jelasnya.

”Saya harus memberikan pujian kepada DBL Indonesia yang sudah 19 tahun mengambil peran secara konsisten untuk kompetisi basket pelajar di Indonesia.

Harapannya tentu setiap tahunnya terus muncul terobosan baru dan kegiatan terlaksana dengan lebih baik lagi. Tentu ini sebuah keberuntungan luar biasa bagi kami (Perbasi DKI Jakarta) dan anak basket Jakarta khususnya,” tandasnya.

DBL Indonesia selaku penyelenggara memberlakukan sistem kompetisi baru pada fase Championship Series musim ini. Jika pada musim-musim sebelumnya menggunakan sistem setengah kompetisi atau sistem grup, kali ini diberlakukan sistem double elimination. Dengan pembagian bagan kiri (left bracket) dan bagan kanan (right bracket). 

Donny Rahardian selaku Vice Director DBL Indonesia menjelaskan bahwa dengan sistem double elimination ini seluruh tim yang bertanding mempunyai ‘dua nyawa’ atau jatah kalah tak boleh lebih dari dua kali, jika ingin menjaga kesempatan untuk terus melaju ke babak selanjutnya. Jika tim sudah mengalami kekalahan sebanyak dua kali, maka otomatis akan tersingkir. 

"Dengan sistem ini, persaingannya akan lebih kompetitif. Jadi, kami memelihara semangat student athlete supaya bisa terus bersaing dan berusaha semaksimal mungkin pada babak Championship Series nanti. Mereka punya kesempatan yang sama di awal pertandingan. Kalau gagal, mereka masih punya kesempatan untuk evaluasi dan berjuang kembali di pertandingan berikutnya," jelas Donny.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore