
Pembalap Ducati Francesco Bagnaia masih memimpin klasemen sementara MotoGP 2023.
JawaPos.com - Francesco Bagnaia tertinggal 7 poin setelah Jorge Martin memenangi sprint race MotoGP Indonesia kemarin (14/10). Kudeta tersebut begitu menyakitkan bagi sang juara bertahan.
Apalagi, status Pecco- sapaan Bagnaia- adalah pembalap pabrikan. Tentu saja, dia akan melakukan apa saja di akhir musim ini untuk menyelamatkan gelar juaranya. Sekaligus wajahnya.
Untuk kali pertama sepanjang musim ini, pimpinan klasemen pembalap MotoGP berganti. Dari yang sebelumnya dikuasai juara bertahan Francesco Bagnaia menjadi milik rider Pramac Ducati Jorge Martin.
Kudeta itu terjadi setelah Martin sukses memenangi sprint race MotoGP untuk kali keempat berturut-turut di GP Indonesia. Start dari posisi keenam tidak membuat Martin kehilangan momentum untuk bertarung di barisan terdepan. Dengan agresif, dia melewati lawan-lawan di depannya dan finis sebagai juara.
’’Senang sekali. Rasanya luar biasa, seperti mimpi. Start posisi keenam tidak ideal. Tapi, aku sanggup menyalip banyak pembalap dari posisi sulit,’’ ucap Martin saat menemui awak media di press room Sirkuit Mandalika kemarin (14/10).
Dua pembalap VR46 Racing Ducati juga tampil hebat di balapan 13 lap itu. Luca Marini dan Marco Bezzecchi masing-masing mencuri podium kedua dan ketiga.
Bagi Martin, hasil tersebut sekaligus membuatnya resmi menguasai klasemen pembalap dari tangan Bagnaia. Tambahan maksimal 12 poin dari sprint race membuatnya surplus 7 angka (selengkapnya lihat grafis).
Bagnaia harus rela melorot ke peringkat kedua setelah hanya mendapat tambahan dua poin karena finis di urutan kedelapan pada sprint race pertama di Mandalika itu. ’’Aku benar-benar kesal,’’ ucap Bagnaia. Dia mengatakan itu untuk menggambarkan performanya yang buruk di Mandalika.
Gagal lolos kualifikasi kedua dan start dari posisi ke-13 adalah hasil terburuk yang diraih Bagnaia sepanjang musim ini di kualifikasi. ’’Tapi, aku masih optimistis. Musim masih sangat panjang. Gap tujuh poin dengan enam balapan tersisa. Perebutan juara dunia masih sangat terbuka,’’ jelas Bagnaia.
Bagnaia punya peluang mengurangi gap poinnya pada balapan utama hari ini. Seperti diketahui, dua pembalap yang finis di podium 2-3 sprint kemarin baru saja menjalani operasi setelah mengalami cedera patah collarbone.
Dengan kondisi yang belum fit betul, tentu saja menjalani balapan 26 akan terasa berat. Bezzecchi terlihat mengompres bagian dada kanannya setelah balapan. Bagnaia harus memanfaatkan situasi itu.
Baca Juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Indonesia: Luca Marini Pole Perdana, Bagnaia P13, Jorge Martin P6
Pecco akan start dari posisi ke-13. Faktor itulah yang akan menjadi handycap nya untuk bisa memberikan perlawanan. Apalagi suhu panas Sirkuit Mandalika membuat rider-rider akan superhati-hati menjaga ban.
Tetapi tidak ada pilihan lain bagi Pecco selain mengambil risiko lebih besar. Jika Martin finis di depannya lagi hari ini, jarak poin bahkal semakin menjauh dan menjauh. Dan akhirnya akan sulit dikejar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
