Chris John saat menyerahkan bantuan matras kepada PBSI Jatim.
JawaPos.com - Chris John Foundation berdiri sejak 2017 lalu. Mulanya hanya fokus di dunia tinju. Tapi, pada perkembangannya, yayasan tersebut ikut bergerak membantu atlet di berbagai bidang olahraga.
Setelah memutuskan pensiun, banyak pesan mendarat ke media sosial Chris John. Sumbernya dari para atlet tinju junior. Mereka berharap The Dragon –julukan Chris John– bisa menyalurkan ilmu sebagai juara dunia kepada petinju yang lebih muda.
Merespons aspirasi tersebut, mantan juara dunia kelas bulu WBA itu akhirnya membentuk Chris John Foundation (CJF). Yayasan tersebut bergerak untuk menyalurkan bantuan dari pihak swasta kepada atlet-atlet yang membutuhkan.
”Karena dukungan pemerintah susah, kami buka foundation (yayasan),” kata Dewan Pembina CJF Longines Tamio mewakili Chris John ketika ditemui di Surabaya beberapa waktu lalu.
Salah satu programnya, CJF bekerja sama dengan sebuah sasana tinju di Surabaya. Tujuannya, membina petinju muda berbakat. ”Karena Chris John belum mau punya sasana, jadi kami kerja sama. Kami berbagi sistem berlatih dan program,” sambung Ketua CJF Anna Maria Megawati kepada Jawa Pos.
Selain pembinaan tinju, CJF sempat bergerak di tinju pro, yaitu dengan membantu petinju asal Nusa Tenggara Timur Tibo Monabesa. Empat tahun lalu, Tibo yang sedang dalam puncak karier sempat kesulitan bertanding di tingkat internasional. ”Tadinya Tibo sudah mentok. Sedangkan bikin satu pertandingan tingkat dunia kan tidak mudah, butuh duit yang banyak,” kata Megawati.
Karena itu, Chris John lewat CJF ikut bergerak. Dengan nama besar yang dimiliki, CJF mampu meyakinkan sponsor untuk menyelenggarakan kejuaraan dunia tinju IBO di Kupang. ”Sebenarnya banyak sponsor yang mau memberikan donasinya, tapi itu harus disertai dengan legalitas yang jelas,” ujar Megawati.
Pertandingan pun akhirnya terselenggara dengan dukungan dari gubernur NTT saat itu, Victor Laiskodat, dan Menpora (saat itu dijabat Imam Nahrawi). Tampil di kelas terbang ringan 48,9 kg, Tibo berhasil meraih gelar juara IBO mengalahkan petinju Australia Omari Kimweri pada 7 Juli 2019.
Meski begitu, langkah CJF tidak hanya terbatas di dunia tinju. Beberapa tahun terakhir, mereka mulai merambah berbagai bidang olahraga. Terakhir, pekan lalu CJF menyumbangkan 1.000 kasur dan matras kepada Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur. Program itu terselenggara berkat kerja sama dengan sebuah perusahaan asal Korea Selatan.
”Chris John sudah menjadi figur olahragawan. Jadi, misi ke depan CJF adalah untuk olahraga, siapa pun yang membutuhkan,” kata Mega. ”Dengan kami berbagi, akhirnya banyak kebaikan juga yang datang kepada kami,” ucap Mega.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
