
Dari kiri, Shelsa Odilia Rachman, pelatih Rony Hermawanto, Qonit Fildza Maizura, dan Wita Carissa Amelia setelah prosesi pengalungan medali di Porprov VIII Jatim.
JawaPos.com - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VIII baru resmi bergulir pada 9–16 September. Namun, kontingen Sidoarjo sudah mendulang sejumlah medali emas. Yakni, lewat cabang olahraga (cabor) silat.
Tak tanggung-tanggung. Sidoarjo bahkan berhasil menjadi juara umum cabor silat. Total, tuan rumah Porprov Jatim VIII itu meraih 3 medali emas dan 1 perak.
Cabor silat sendiri sudah berlangsung di Jombang akhir Agustus lalu. Tiga kelas yang berhasil menyumbang medali emas adalah beregu putri.
Mereka diwakili Qonit Fildza Maizura, Shelsa Odilia Rachman, dan Wita Carissa Amelia. Mereka dari Tapak Suci Sidoarjo.
Disusul beregu putra (Khidir Ababil Firdausy, Fahmi Hasan, dan M. Ringgo Ramadani) serta ganda putra (Zebran Arkan Ronma Duha K. dan Muhammad Alvin).
Untuk medali perak, diraih tunggal putra (Andrian Nur Faizi). ’’Alhamdulillah, khusus peraih medali emas, langsung dikasih bonus on the spot dari bupati (Sidoarjo),’’ cetus Aiko, sapaan Qonit Fildza Maizura.
Bonus berupa uang tunai tersebut langsung dipakai untuk mentraktir teman-teman satu kontingen silat Sidoarjo. Selain ganjaran itu, atlet Sidoarjo yang berhasil mengharumkan nama daerah diberi bonus menggiurkan. Peraih emas dihadiahi Rp 40 juta, sedangkan peraih medali perak diberi bonus Rp 25 juta.
Aiko cs berhasil menyabet emas setelah di final menumbangkan tim dari Bangkalan. Demi memburu prestasi maksimal itu, Aiko dan Shelsa rela cuti kuliah. Mereka sama-sama mahasiswa sastra Jepang di Universitas Gadjah Mada. Sementara itu, Wita yang juga belajar di kampus biru, tapi jurusan antropologi, bisa mengambil kuliah online.
’’Kami sangat bersyukur. Perjuangan untuk dapat emas ini sangat panjang,’’ papar Rony Hermawanto, sang pelatih.
Rony merasa bangga. Sebab, sudah tiga kali anak-anak yang dilatihnya sejak masih di bangku SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo itu lolos ke porprov Jatim. Bermula ketika porprov VI di Lamongan. Mereka saat itu baru mampu di urutan ke-4. Kemudian, porprov VII di Lumajang mendapatkan medali perak. Dan akhirnya porprov VIII di Jombang, mereka berhasil mendapat emas.
’’Alhamdulillah. Ini buah perjuangan anak-anak. Mereka latihan minimal sehari dua kali tanpa kenal libur,’’ lanjut Rony, yang kini melatih silat di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan dan SD Muhammadiyah 2 Tulangan, Sidoarjo, itu.
Medali emas porprov Jatim tersebut menambah panjang deret prestasi yang disabet Aiko, Wita, dan Shelsa. Mereka pernah mendapat emas di Kejurda Jatim, Pekan Olahraga Mahasiswa se-DIJ (Daerah Istimewa Jogjakarta), juga emas di kejuaraan antarnegara ASEAN yang dihelat di Universiti Kebangsaan Malaysia.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
