
Titi Kamal. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com-Titi Kamal dipercaya menghidupkan karakter Rani dalam film horor Getih Ireng. Dia mengungkapkan banyak pengalaman baru, tantangan, hingga perjuangan, selama memerankan tokoh tersebut selama satu bulan.
Salah satunya, belajar bahasa sekaligus dialek Wonosobo, Jawa Tengah. Titi menyebut, tuntutan tersebut merupakan sesuatu yang baru baginya selama terjun ke dunia seni peran.
“Sangat kesulitan karena aku tahunya dialek Solo atau apa,” ucap dia saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Menurut dia, dialek Wonosobo memiliki ciri khas sendiri dan cenderung berbeda dari daerah Jawa lainnya. Istri Christian Sugiono itu harus melalui proses workshop latihan berbicara menggunakan bahasa dan dialek Wonosobo selama satu minggu.
“Kalau dialek Wonosobo itu nggak boleh terlalu nyendal, tapi nggak boleh kurang juga. Jadi, hati-hati banget. Ya seminggu lah latihan, reading sekalian bangun chemistry dan lain-lain,” jelas titi.
Bukan cuma itu, melakoni banyak adegan teriak membuat Titi sempat kehilangan suara. Mengingat proses syuting film Getih Ireng memakan waktu selama satu bulan penuh.
“Kami syuting 30 hari. Dari awal adegan banyak teriak-teriak, makanya suaraku sempat habis,” papar Titi.
Film Getih Ireng merupakan proyek adaptasi dari thread viral milik Jeropoint di X. Mengisahkan tentang kehidupan sepasang suami istri bernama Rina dan Pram yang kesulitan untuk mendapat keturunan. Sebab, mereka mendapat kiriman santet getih ireng.
Disutradarai Tommy Dewo, sederet aktor terama juga turut membintangi film yang bakal tayang di bioskop pada 13 Oktober itu. Di antaranya, Darius Sinathrya, Sara Wijayanto, Nungki Kusumawati, Ivonne Dahler, Egy Fedly.
