
Founder and CEO Ngaji-ai, Sutarto Hadi dan Martijn Enter.
JawaPos.com–Ketua Yayasan Indonesia Mengaji Komjen Pol Syafruddin menyebut, pada 2021, 65 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam tidak bisa membaca Alquran.
Dalam lingkup yang lebih kecil, data serupa juga ditemukan mantan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc. Co-founder ngaji.ai itu berkisah, pada 2021, dosen agama di kampusnya mendapati bahwa lebih dari 60 persen mahasiswa baru tak bisa mengaji.
Atas dasar keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM), Sutarto pun menginisiasi ngaji.ai. Sebelum diluncurkan, ide membangun aplikasi dilakukan direncanakan dengan matang.
”Hal terpenting, pembelajaran mengaji meski tanpa guru harus tetap berkualitas dan akurat,” papar Sutarto Hadi.
Ide mengembangkan aplikasi dipilih Sutarto sebagai cara paling efektif karena mudah diakses lewat gadget. Dia menilai, gadget saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia.
”Melalui aplikasi, kami berharap agar pengguna dapat belajar mengaji kapan saja dan di mana saja. Bahkan, mereka bisa menyesuaikan waktunya sendiri,” tambah Sutarto Hadi.
Untuk mewujudkan ide tersebut, Sutarto mulai mencari mitra yang dapat bersama-sama membangun aplikasi. Dia sempat menginisiasi program peningkatan bahasa Inggris bagi mahasiswa ULM bekerja sama dengan PT Novo Indonesia Belajar (Vokal.ai). Hal yang sama terpikirkan saat ingin mewujudkan aplikasi belajar mengaji.
”Saya percaya bahwa Vokal.ai merupakan mitra ideal untuk membangun aplikasi ini. Mereka memiliki teknologi unik dan teruji,” terang Sutarto.
CEO Vokal.ai Martijn Enter mengaku antusias saat Sutarto menemuinya dan menyampaikan keinginan untuk membangun aplikasi belajar mengaji bersama perusahaannya.
Setelah melakukan survei pada 2021, hasil yang didapat adalah 95 persen umat Islam di Indonesia menganggap mengaji sebagai keterampilan penting. Lalu, sebanyak 71 persen orang tua di Indonesia menginginkan agar anak-anak mereka dapat belajar mengaji dengan benar.
Sayangnya, ketersediaan guru mengaji tidak dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut. Apalagi, preferensi murid bisa saja berbeda-beda.
”Lewat teknologi Automatic Speech Recognition (ASR) yang dikembangkan Vokal.ai, pengguna aplikasi akan mendapatkan umpan balik (feedback) yang akurat secara langsung terhadap cara pengucapan dan pelafalan, seolah-olah sedang belajar dengan guru di mana pun dan kapan pun,” terang Martijn Enter.
”Makin lengkap karena ngaji.ai juga menyediakan materi beragam dan berjenjang agar pengguna dapat meningkatkan kualitas pembelajaran,” tambah dia.
Selain sebagai wadah belajar membaca Alquran, lanjut dia, pengguna ngaji.ai juga bisa menumbuhkan jiwa kompetitif dan pembelajaran yang sehat. Pembelajaran yang fun membuat kegiatan belajar mengaji menjadi tidak membosankan.
”Saat ini, ngaji.ai sudah diunduh lebih dari 15.000 kali, baik lewat App Store maupun Google Playstore. Hal ini menandakan bahwa aplikasi tersebut mendapat respons yang baik bagi pengguna,” ucap Martijn Enter.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022