
Ilustrasi Wanita Membawa Peta (Freepik)
JawaPos.com – Selama berabad-abad, perempuan sering dicap tidak bisa membaca peta atau maps. Stereotip ini masih ada hingga saat ini, bahkan di tengah kemajuan teknologi yang membuat peta dan maps semakin mudah diakses.
Ada beberapa alasan yang mungkin menjelaskan mengapa perempuan lebih sulit membaca peta atau maps daripada laki-laki. Salah satu alasan yang paling umum adalah perbedaan kecerdasan spasial antara perempuan dan laki-laki.
Kecerdasan spasial adalah kemampuan untuk memahami dan memproses informasi tentang ruang. Kecerdasan ini penting untuk berbagai tugas, termasuk membaca peta atau maps.
Melansir dari The Telegraph, Senin (29/1), para peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) menemukan bahwa kecerdasan spasial sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen wanita.
Dalam penelitian itu, 12 wanita usia 20-30 tahun melakukan latihan-latihan untuk mengukur seberapa peka mereka terhadap objek di sekeliling.
Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan spasial mereka meningkat saat menstruasi karena kadar estrogen menurun dan kadar testosteron pria meningkat.
Selain itu, studi lain juga menunjukkan bahwa laki-laki memiliki kecerdasan spasial yang lebih unggul dibandingkan dengan perempuan.
Hal ini disebabkan oleh otak perempuan dan laki-laki yang memiliki struktur yang berbeda, sehingga keduanya memiliki cara memproses informasi dan menafsirkan hal yang berbeda pula.
Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa perempuan cenderung memperhatikan objek sekitar yang tidak relevan dengan tugas arah.
Dari sumber-sumber tersebut, dapat disimpulkan bahwa perbedaan kecerdasan spasial antara perempuan dan laki-laki, serta perhatian perempuan terhadap objek sekitar yang tidak relevan dengan tugas arah, menjadi alasan mengapa perempuan sulit membaca peta atau maps.
Selain perbedaan kecerdasan spasial, ada beberapa faktor lain yang mungkin juga mempengaruhi kemampuan perempuan untuk membaca peta atau maps.
Faktor-Faktor Lain Mengapa Perempuan Sulit Membaca Peta
Pengaruh budaya

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
