
Ilustrasi astronot saat melakukan pekerjaan di luar angaksa/sumber: freepik_vadimsadovski
JawaPos.com – Pernakah kamu mendengar tentang perbedaan usia astronot saat berada di Bumi dan di luar angkasa?
Hal ini ternyata berkaitan dengan teori relativitas yang digagas Albert Einstein.
Ia menyebutkan, bahwa ruang dan waktu tidak semuanya sama, mereka berbeda dan dapat dibelokkan oleh materi dan energi.
Dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), para astronot yang berada di luar angkasa memiliki kecepatan dan waktu yang tidak semuanya sama saat seperti di Bumi.
Dengan demikian, astronot yang berada di luar angkasa akan menua sedikit lebih lambat daripada manusia umumnya di Bumi.
Waktu yang berlaku di luar angkasa bergerak jauh lebih lambat, karena adanya gaya gravitasi benda yang membengkokkan ruang dan waktu.
Disisi lain, para astronot di luar angkasa juga terlihat lebih awet muda karena adanya faktor ‘pelebaran waktu kecepatan relatif’, dimana waktu akan bergerak lebih lambat saat kita bergerak lebih cepat.
Hal ini dibuktikan dengan adanya peluncuran jam atom ke orbit dan kembali. Jam tersebut menunjukkan perbedaan waktu yang berjalan sedikit lebih lambat, dibanding jam yang seharusnya di Bumi.
Adapun faktor lainnya yang membuat berbeda yaitu, para astronot yang menjalankan misi dengan waktu yang cukup lama, cenderung sulit untuk menggerakkan kedua kakinya ketika kembali ke Bumi, sebab gaya gravitasi di luar angkasa 0.
Di sana mereka hanya bisa melayang saat bekerja dengan bantuan alat. Sehingga, sensorik yang mereka miliki pun tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.
Astronot juga tidak bisa menyentuh benda apapun secara langsung, tanpa alat atau bantuan yang disediakan.
Faktor tersebutlah yang membuat astronot harus kembali beradaptasi dengan lingkungan di Bumi saat mereka pulang.
Maka dengan ini, usia astronot akan terlihat lebih muda saat di luar angkasa dibandingkan di Bumi adalah fakta.
***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
