
Rekrutan anyar Persib, Fabiano Beltrame, meminta maaf kepada mantan klubnya Madura United.
JawaPos.com - Fabiano Beltrame mengaku sudah minta maaf ke Madura United usai memilih gabung ke Persib Bandung. Soal proses naturalisasi dirinya, semuanya sudah tak ada masalah.
Seperti diketahui, Madura United sempat geram saat Fabiano cabut. Padahal mereka sempat menjadi sponsor dalam upaya Fabiano jadi WNI.
Madura United akhirnya mencabut sponsor naturalisasi Fabiano. Eks bek Persija Jakarta itu mengaku permasalahannya dengan Madura United sudah selesai secara baik-baik.
"Enggak ada mereka bicara, saya ketemu mereka dan enggak ada masalah. Mereka lepas saya dan saya pikir itu sudah selesai dua bulan (lalu)," ungkap Fabiano.
Bek yang pernah perkuat Persela Lamongan itu sudah tak sabar gabung skuad Persib. Meski diakui dia butuh adaptasi untuk langsung nyetel dengan permainan racikan Miljan Radovic.
"Itu saya yakin, karena itu perlu proses juga ada adaptasi. Pasti tidak mudah, tapi saya yakin kalau semua mau kerjasama dan kerja keras saya pikir semua bisa terjadi," tutup dia.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
