
Photo
JawaPos.com – Berkumpulnya seluruh tim dalam manager meeting di Hotel Sheraton, Bandung, kemarin (21/9) ternyata tidak bisa menyelesaikan semua masalah jelang bergulirnya kembali Liga 1 musim 2020.
Salah satunya mengenai kepastian home base Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC. Kedua tim saat ini belum menemukan kandang yang cocok untuk melanjutkan kompetisi.
Hal itu dikatakan Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita. Menurut dia, masalah Persebaya lebih rumit dibandingkan Bhayangkara FC. Sebab, The Guardian –julukan Bhayangkara FC– sejauh ini sudah mengusulkan untuk pindah ke satu kota dampak dari PSBB yang terjadi di DKI Jakarta.
’’Nanti resminya masih menunggu kepastian perpanjangan PSBB atau tidak,’’ ucapnya.
Bhayangkara FC awalnya mendaftarkan Stadion PTIK, Jakarta. Karena ada PSBB, manajemen Bhayangkara FC lantas mengusulkan berkandang di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Tapi, ternyata di stadion berkapasitas 30 ribuan tempat duduk tersebut, tidak ada izin untuk menggelar pertandingan dari pemda setempat. ’’Tadi manajer sudah berkoordinasi dan kami akan carikan tempat. Soalnya Bhayangkara FC ini tanggal 2 Oktober sudah main home melawan Arema FC. Jadi harus cepat,’’ terangnya.
Lukita menuturkan, tidak ada masalah dengan Bhayangkara FC. Main di mana pun, klub yang berafiliasi dengan Polri itu mudah mendapatkan izin. Alasan utamanya, klub tersebut tidak punya pendukung fanatik yang banyak seperti kontestan lain.
Nah, masalah Persebaya beda lagi. Sampai saat ini, manajemen Green Force masih mencoba mempertimbangkan lokasi yang cocok untuk jadi kandang di Liga 1. Tentu, keinginan Persebaya tidak mau keluar dari Jawa Timur.
Lukita mengungkapkan, Persebaya meminta waktu untuk mencari home base yang tepat. Pihaknya akan menunggu jawaban dari Persebaya. ’’Kami tunggu lima hari ke depan,’’ ucapnya.
Manajer Persebaya Candra Wahyudi membenarkan bahwa sampai saat ini timnya belum mendapat home base yang tepat. Hal itu yang membuat pihaknya meminta waktu sampai Minggu (27/9) untuk mendapatkan kandang di sekitar Surabaya.
’’Tapi, kalau misalnya sampai akhir minggu ini kami belum mendapatkan home base definitif, kami minta liga untuk mencarikan solusinya seperti apa,’’ ungkapnya.
Candra menambahkan, sebenarnya Persebaya tidak terlalu terburu-buru terkait home base. Sebab, pertandingan home pertama dalam lanjutan Liga 1 baru digelar pada 9 Oktober mendatang. Yakni, menjamu Arema FC.
’’Kalau sampai waktu yang ditentukan kami belum dapat, mungkin kami akan cari opsi untuk bermain di Malang dulu,’’ paparnya.
Candra menerangkan, untuk bermain di Stadion Gelora Delta, pihak kepolisian sebenarnya sudah memberikan lampu hijau. Tapi, karena fasilitas stadion dimiliki Pemda Sidoarjo, keputusan akhir memang ada di pemda. Jika tidak mengizinkan, kepolisian tidak bisa melakukan apa pun lagi.
Untuk opsi stadion lain, pria asal Bojonegoro itu mengaku sudah melakukan pembicaraan informal dengan beberapa wilayah sekitar Surabaya. Misalnya saja Lamongan dan Kediri. ’’Cuman, sejauh ini belum ada yang merespons positif,’’ ucapnya.
Candra menyatakan, Persebaya bukannya tidak mau pindah ke wilayah lain seperti Jawa Tengah ataupun DI Jogjakarta. Tapi, pemindahan itu akan berpengaruh pada jadwal yang sudah disusun LIB.
Lagi pula, jika memilih Jogjakarta seperti usulan banyak pihak, setidaknya sudah ada tujuh klub yang berkandang di sana. ’’Jogja sudah tidak mungkin karena sudah crowded,’’ lanjutnya.
Selain itu, pemilihan home base di sekitar Surabaya merupakan antisipasi untuk suporter Persebaya. Candra menilai, jika timnya bermain jauh dari Surabaya, akan sulit mengontrol suporter yang ingin datang langsung ke stadion. ’’Kalau home base tidak jauh dari Surabaya, mungkin bisa mengontrol suporter,’’ jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022