
Photo
JawaPos.com – Bagi Kurniawan Dwi Yulianto, Malaysia sudah dianggap sebagai rumah kedua. Selain bekerja dan tinggal di sana, istrinya, Nurat Qana Dewi, adalah orang asli Malaysia. Namun, saat ada pandemi virus korona (Covid-19), Kurniawan tetap memikirkan rumah pertamanya alias keluarga yang ada di Indonesia.
Kurniawan Dwi Yulianto hanya bisa pasrah ketika Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memutuskan menunda seluruh kompetisi pada 16 Maret lalu. Penundaan dilakukan sebagai respons merebaknya virus korona (Covid-19). Padahal, tim yang dilatihnya, Sabah FA, sedang berada dalam kondisi bagus-bagusnya.
Sabah menorehkan satu kemenangan, dua kali imbang, dan sekali kalah. Mereka saat ini menempati peringkat kelima klasemen sementara Liga Super Malaysia. Posisi Sabah bahkan lebih baik ketimbang tim yang cukup disegani di Malaysia, Selangor FA. Tim yang pernah diperkuat Andik Vermansah itu saat ini menempati peringkat ketujuh.
Namun, ketika tren permainan timnya sedang membaik, kompetisi harus dihentikan. Kondisi tersebut membuat Kurniawan sedikit cemas. Apalagi, untuk latihan sekalipun, skuadnya harus terpisah-pisah untuk sementara. Larangan pemerintah terkait penggunaan fasilitas olahraga membuat Sabah FA terpaksa meliburkan program latihan bersama.
’’Tim sudah ikuti arahan pemerintah, FAM, dan MFL (Malaysia Football League) untuk tidak mengadakan latihan,’’ paparnya. Tapi, jebolan Primavera itu tidak kehabisan akal. Tidak mau semangat timnya yang membara menyusut, Kurniawan tetap memberikan PR buat skuadnya. ’’Kami sudah berikan individual program yang harus dilakukan di rumah pemain masing-masing. Ini demi keselamatan bersama,’’ lanjutnya.
Kurniawan juga harus ikhlas karena tidak bisa pulang ke tanah air. Sebab, pemerintah Malaysia memutuskan melakukan lockdown sejak 18 Maret lalu. Beruntung, istrinya, Nurat Qana Dewi, adalah orang asli Malaysia. Jadi, pelatih 43 tahun itu tidak terlalu stres meski belum bisa pulang ke Indonesia.
Sebab, di Malaysia, Kurniawan sudah punya rumah. Bahkan, ada beberapa restoran usaha sang istri. Karena Malaysia di-lockdown, pemain yang ikut membawa Persebaya juara Liga Indonesia pada musim 2004 itu menghabiskan banyak waktu bersama istri dan anak-anaknya. ’’Saya dan keluarga stay di rumah saja. Ikut pemerintah,’’ ucapnya.
Walau sudah tenang di Malaysia dengan mengikuti aturan pemerintah Malaysia, pria yang punya julukan Si Kurus itu tetap mengikuti pemberitaan soal virus korona di Indonesia. Dia juga tahu virus itu kian mewabah, terutama di Jakarta. ’’Iya, dari berita-berita saya terus ikuti perkembangannya,’’ terangnya.
Beruntung, sebelum virus mewabah, Kurniawan mengungsikan keluarganya yang ada di Jakarta. Mereka sudah diminta pulang ke kampung halamannya di Magelang, Jawa Tengah. ’’Jadi, rumah di Jakarta sudah kosong,’’ ungkapnya.
Pria yang juga sempat berkarir di Eropa bersama FC Luzern itu tahu betul bagaimana ’’bandel’’-nya masyarakat Indonesia. Mereka susah diperingatkan agar tidak keluar rumah selama virus korona masih merebak.
Kurniawan hanya berharap masyarakat Indonesia patuh akan instruksi pemerintah. Yakni, melakukan work from home untuk sementara. ’’Semua harus patuh anjuran pemerintah, itu paling penting sekarang. Demi keselamatan bersama,’’ ucapnya.
Tak lupa, Kurniawan juga selalu mendoakan agar Indonesia segera dijauhkan dari virus korona. Juga negara-negara lain yang terkena dampaknya. ’’Sekarang manusia hanya punya doa. Maka dari itu, mari berdoa bersama-sama agar semua cepat berakhir. Dan tetap yakin bisa melewati ini semua bersama-sama,’’ pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
