Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Agustus 2021 | 21.06 WIB

Jelang Kickoff Liga 1, PT LIB Data Status Vaksinasi Pemain

LIGA 1 (ANGGER BONDAN/JAWA POS) - Image

LIGA 1 (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

JawaPos.com – Jika sesuai jadwal, sepak mula atau kickoff Liga 1 tinggal sepekan lagi. PT Liga Indonesia Baru (LIB) bersama PSSI terus mematangkan persiapan teknis kompetisi. Termasuk finalisasi jadwal pertandingan.

Sejauh ini, rekomendasi untuk menggelar kompetisi sepak bola nasional, baik Liga 1 maupun Liga 2, sudah dikantongi PSSI. Yang teranyar, sebagaimana diberitakan, Satgas Penanganan Covid-19 memberikan ”restu” penyelenggaraan liga pada 18 Agustus.

Kepala Hubungan Media PT LIB Hanif Marjuni menuturkan, pihaknya akan membagikan jadwal pertandingan yang sudah disusun ke seluruh klub peserta Liga 1 hari ini (20/8). ”Kami merilis setelah ada komunikasi intens dari klub. Komunikasi dilakukan besok sore (sore ini, Red),” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (19/8).

Sesuai dengan perencanaan awal, format kompetisi Liga 1 2021–2022 menggunakan sistem bubble-to-bubble dengan enam seri.

Menurut Direktur Operasional PT LIB Sudjarno, pertandingan berlangsung di tiga klaster di Pulau Jawa. Yaitu, seri pertama di wilayah DKI Jakarta-Jawa Barat-Banten. Lalu, Jogjakarta-Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan terus berkomunikasi intensif dengan stakeholder terkait menjelang bergulirnya kompetisi. Di antaranya, dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Pertemuan dengan Luhut penting karena kompetisi akan berjalan di tengah pembatasan aktivitas saat pandemi Covid-19. Luhut merupakan koordinator pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sesuai surat rekomendasi Satgas Penanganan Covid-19, kompetisi harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satu ketentuan pelaksanaan kompetisi adalah setiap anggota tim wajib telah menerima vaksinasi Covid-19 lengkap (dosis I dan II). Peserta juga menjalani tes berbasis rapid test antigen atau PCR dengan hasil negatif sehari sebelum pertandingan. Yang tidak kalah penting adalah pertandingan digelar tanpa penonton.

Perihal syarat vaksinasi, Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita telah mengirimkan formulir kepada klub peserta Liga 1 untuk merekap status vaksinasi para pemainnya. Siapa saja yang sudah dua kali divaksin, baru menerima satu dosis vaksin, atau malah sama sekali belum mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Langkah itu dilakukan guna transparansi dan pendataan ulang untuk kelancaran kompetisi.

Sebetulnya, pihak operator liga sudah memiliki gambaran karena sempat melakukan vaksinasi kepada para pemain saat turnamen pramusim Piala Menpora. Ketika itu, semua pemain divaksin. Hanya, ada klub yang tidak ikut bertanding seperti Persipura Jayapura.

Pihaknya juga siap membantu vaksinasi untuk menambah keamanan pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2. ”Tentu ini hal yang baik menuju kickoff Liga 1 dan 2. Karena kami ikut membantu tercapainya program herd immunity di komunitas kita sendiri,” jelas Hadian.

Adanya persyaratan wajib dua kali vaksin itu sempat membuat Persebaya pusing. Sebab, empat pemain asingnya, yakni Taisei Marukawa, Alie Sesay, Jose Wilkson, dan Bruno Moreira, baru mendapatkan satu kali vaksinasi pada Rabu (18/8). Artinya, empat pemain tersebut sangat mungkin tidak bisa dimainkan pada laga awal Green Force, julukan Persebaya, di Liga 1.

Sekretaris Persebaya Ram Surahman menuturkan, empat pemain itu baru dapat vaksinasi karena kendala jenis vaksin. Sebab, dua di antara empat pemain tersebut, yakni Sesay dan Marukawa, hanya mau vaksin yang sesuai dengan aturan negara asalnya. ”Dua pemain itu butuh vaksin AstraZeneca karena sesuai dengan negaranya. Alhamdulillah, dibantu Bu Gubernur,” ujarnya.

Sementara itu, Media Officer Arema FC Sudarmaji mengatakan, sejauh ini seluruh komponen di skuad Arema FC sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. ”Pelatih, juga semua ofisial. Kami juga akan berkoordinasi dengan satgas Covid daerah,” ungkapnya.

Pihaknya pun menyambut baik keluarnya rekomendasi dari BNPB atau Satgas Penanganan Covid-19 untuk penyelenggaraan Liga 1. Sudarmaji berharap seluruh kontestan Liga 1 mematuhi semua persyaratan yang diminta.

Sepak Bola dari Desa

Di sisi lain, PSSI terus concern pada program pengembangan. Setelah bekerja sama dengan tujuh universitas, PSSI aktif dalam upaya membangun ekonomi dan sepak bola dari desa. Kemarin PSSI melakukan webinar bersama pihak terkait.

Ketua PSSI M. Iriawan menyebutkan, membangun sepak bola dari desa sangat efektif. Itu berkaca dari skuad timnas Indonesia di beberapa kelompok umur dan senior. Sebanyak 80 persen di antaranya berasal dari desa. ”Tidak ada sepak bola yang kuat tanpa sepak bola grassroots,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ibul itu menyatakan, selain untuk mendapatkan pemain timnas, membangun sepak bola dari desa bakal menggerakkan ekonomi. Sejauh pengetahuannya, kegiatan sepak bola kini tidak hanya digandrungi para pemain dari sekolah sepak bola (SSB). Tetapi, juga banyak komunitas atau klub amatir yang menyelenggarakan pertandingan antardesa.

Jika ditunjang dengan adanya sebuah kejuaraan, itu berpotensi menggerakkan ekonomi desa. ”Mudah-mudahan webinar ini nanti dilanjutkan dengan kegiatan yang mengarah pada membangun sepak bola dari desa. Apalagi, tidak ada tim nasional yang kuat tanpa sepak bola grassroots,” bebernya.

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafrie membenarkan bahwa mayoritas pemain timnas berasal dari desa. Secara teori, kata juru taktik asal Padang itu, anak di desa lebih aktif bergerak. Mulai berangkat ke sekolah dengan jalan kaki hingga naik sepeda. Belum lagi anak di desa sering berenang di sungai. ”Diskusi ini, PSSI dari sisi teknis membutuhkan kualitas generasi pemain masa depan lebih baik dari sekarang. Desa salah satu sumbernya,” ujarnya.

Yudi Cahyudi selaku kepala Desa Cisayong, Tasikmalaya, menuturkan pentingnya membuat fasilitas yang mumpuni untuk bisa menciptakan pemain andal.

”Kalau sarana dan prasarana bagus, hasil akan bagus. Tidak perlu ada pemain naturalisasi,” tuturnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore