JawaPos Radar | Iklan Jitu

Liga 1 2018

Disanksi Komdis PSSI, Arema: Dihukum 10 Tahun pun Siap

11 Oktober 2018, 17:23:09 WIB | Editor: Bagusthira Evan Pratama
Arema FC, Liga 1 2018, Komdis PSSI, Singo Edan, Arema dihukum komdis, Aremania, Persebaya surabaya
Aremania dilarang menyaksikan tim kesayangannya bertanding selama Liga 1 2018 (Twitter)
Share this

JawaPos.com - Arema FC bereaksi usai disanksi tanpa penonton oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Mereka mengaku siap saja sekalipun dihukum 10 tahun asal membawa perubahan positif buat sepak bola Indonesia.

Dari penyelidikan Komdis PSSI, ditemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan Arema saat menjamu Persebaya, 6 Oktober lalu. Beberapa pelanggaran yang dimaksud yakni pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema FC terhadap suporter Persebaya, serta intimidasi yang dilakukan oleh oknum Aremania dengan cara mendekati pemain Persebaya saat latihan.

Atas pelanggaran ini, Arema FC diberi sanksi larangan menggelar pertandingan tanpa penonton. Sanksi itu berlaku laga home maupun away sampai akhir musim kompetisi 2018.

"Tidak hanya bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania di saat posisi Arema FC di klasemen masih berada di posisi yang mengkhawatirkan, Klub juga kehilangan pendapatan, tentu akan berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidupnya. Tidak hanya pemain dan official, tapi nasib karyawan juga akan terdampak," ujar CEO Arema, Iwan Budianto.

Dengan sanksi ini, lanjut Iwan, akan sangat berpengaruh terhadap aktifitas dan pendapatan Arema FC. Bahkan Arema jua harus menegosiasi ulang kerjasama sponsorship dengan pihak sponsor yang selama ini sudah terjalin.

Meski demikian, kata pria yang karib disapa IB, Arema FC sebuah klub yang menjunjung tinggi integritas Sepakbola itu sendiri. Bahwa setiap upaya penegakan regulasi harus dihormati dan dipatuhi. Jika terjadi pelanggaran berat maka kami siap menghadapi konskwensinya.

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, Sejujurnya Arema fc ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepak bola kita," tandas dia.

(ies/tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up