
Dedi Kusnandar kembali menyandang status mahasiswa.
JawaPos.com – Pendapatan restoran yang menurun karena pandemi korona memang sempat membuat Dedi Kusnandar pusing. Dia bahkan hampir tidak bisa menggaji para pegawai. Sempat berpikir akan merumahkan beberapa pegawai yang sudah setia bersamanya membangun restoran makanan ceker ayam itu.
Tapi, hal tersebut tidak dilakukan. Dedi tidak punya hati untuk mem-PHK mereka. Yang sudah sama-sama berjuang mengembangkan bisnis pertamanya itu. ”Untungnya, bisnis baru jualan masker jalan. Saya bisa alihkan tenaga mereka ke sana,” ujarnya.
Bisnis masker yang dijalaninya beberapa minggu terakhir memang sudah membuahkan hasil. Pesanan demi pesanan dari para pelanggan hampir tiap hari ada. Tentu, jika hanya mengandalkan pegawai laundry sang istri, tidak akan bisa maksimal hasilnya. Apalagi, masker bikinan Dedi lebih mengutamakan kualitas dan harga yang bersaing. ”Jadi, mereka tetap dapat penghasilan. Tidak sampai nganggur. Saya tidak sampai mem-PHK mereka,” ungkapnya.
Namun, pemain yang mengawali karir senior di klub Pelita Jaya pada 2008 itu harus berpikir keras untuk bisa terus menggaji pegawainya. Hampir segala cara dia lakukan. Tujuannya, tidak ada pegawai yang di-PHK.
Dedi mengaku tidak kapok untuk terus mencari penghasilan tambahan di luar sepak bola. Pria asli Sumedang tersebut ingin mencari sumber pendapatan lain. ”Saya tidak pernah kapok berbisnis. Karena sudah risiko itu semua,” tuturnya.
Beberapa rencana sudah dirancang. Entah itu mengembalikan lagi bisnis restorannya yang sudah hampir bangkrut. Atau memunculkan bisnis baru yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya. Tapi, semua plan tersebut masih belum akan dieksekusi. Dedi menunggu pandemi korona mereda lebih dulu.
Menurut Dedi, pandemi korona membuat semuanya sangat sulit. Dia tidak ingin mengorbankan siapa-siapa lagi ketika nanti mengeksekusi ide-idenya. ”Saat ini fokus yang ada dulu. Sambil mikir ke depan,” ungkapnya.
Nah, agar pikirannya fresh dan bisa lebih lincah dalam mengembangkan ide bisnis baru, Dedi berharap kompetisi sepak bola bisa bergulir lagi. Liga 1 bisa dimainkan lagi. Sebab, dengan sepak bola, pikirannya bisa jadi jernih.
Dedi dapat kembali merasakan kesenangan yang beberapa bulan terakhir hilang karena korona. ”Saat ini saya sudah berlatih mandiri. Semoga kompetisi segera bergulir kembali,” harapnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
