
Pemain sayap Arema FC Ricky Kayame (kanan) merayakan golnya dalam penyisihan piala president group E melawan persita. Arema menang besar 6 1 dalam pertandingan di stadion kanjuruhan malang.(13/3). FOTO: Darmono-Radar Malang.
JawaPos.com - Berbeda dengan Persebaya Surabaya yang baru menjalani latihan menjelang leg pertama final Piala Presiden 2019 hari ini, Arema FC sudah memulai persiapan sejak kemarin. Hamka Hamzah dkk melakukan conditioning di Stadion Brantas, Kota Batu, Minggu (7/4).
Pelatih Arema Milomir Seslija memang belum memberikan materi yang berat bagi anak asuhnya. Rencananya, baru hari ini mereka menganalisis kekuatan Persebaya. Namun, secara garis besar, pelatih kelahiran Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, itu mengaku sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan Persebaya.
’’Kedua tim saya lihat sama-sama memainkan sepak bola menyerang. Kedua tim memiliki kekuatan yang sama. Kami tahu apa yang harus kami perbuat. Saya sangat percaya diri dengan tim ini. Kalau kami terus bermain bagus, siapa pun tidak ada yang bisa menghentikan kami,’’ kata Milo, sapaan Milomir Seslija.
Wajar jika Milo sangat optimistis dengan skuadnya. Saat ini Arema FC menjadi tim terproduktif di Piala Presiden dengan 19 gol dan baru kebobolan 4 kali. Bahkan, dalam 3 pertandingan terakhir, mereka tampil sangat mengerikan. Menceploskan 10 gol dan tanpa pernah kebobolan. Sementara itu, Persebaya 'baru' membukukan 13 gol serta 7 kali kebobolan.
’’Kami lebih baik dari Persebaya. Saat mereka mencetak banyak gol, kami juga melakukannya. Tetapi, kami menunjukkan lebih banyak konsistensi. Kami berharap ini berlanjut di laga final nanti,’’ tegas pelatih berusia 54 tahun tersebut.
Nah, pada babak final ini, Arema FC akan bermain sebagai tamu terlebih dahulu. Namun, Milo menegaskan tidak keder dengan situasi tersebut. Dia yakin bisa mencuri gol di depan puluhan ribu Bonek yang bakal menyesaki Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Meski di kandang lawan, Milo mengisyaratkan tampil menekan seperti pada laga-laga sebelumnya.
’’Kami melihat peluang dan memilih untuk lebih serius saat menyerang. Saat ini semua pemain tahu apa yang harus dilakukan. Mereka menciptakan banyak kemungkinan dan mereka sangat fantastis,’’ tandasnya.
Tentu Milo juga sangat antusias untuk menyambut laga final tersebut. Dia ingin kembali mengangkat trofi juara seperti pada edisi 2017. Namun Milo bakal bersaing ketat dengan pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman yang juga pernah meraih trofi yang sama pada 2015 bersama Persib Bandung.
’’Kami tidak banyak memainkan partai final. Jadi, ini kesempatan bagus bagi kami untuk membuat sejarah,’’ tegas Milo.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
