
Kuswara T Taryono menyayangkan Komdis tak pernah mengundang pihak relevan sebelum ambil putusan.
JawaPos.com - Persib Bandung merasa keberatan dengan hukuman dan sanksi yang diberikan Komisi Disiplin PSSI. Mereka menilai hukuman terlalu berlebihan. Ada empat poin penting yang menjadi respons Persib atas hukuman Komdis tersebut.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara S Taryono mengatakan, pihaknya sudah menerima hasil putusan Komdis kepada Persib Bandung. Namun Persib merasa keberatan dengan beberapa sanksi yang sangat berat itu. Karena sanksi yang dijatuhkan Komdis itu sangat merugikan.
"Pertama, saat ini kami sedang mempelajari pertimbangan apa sehingga Komdis memutus hukuman demikian. Kedua, secara global putusan Komdis itu tidak mencerminkan rasa keadilan. Malah justru merugikan Persib Bandung," kata Kuswara, Selasa (2/10).
Poin ketiga, Komdis PSSI tidak pernah mengundang pihak-pihak yang relevan. Dalam hal ini manajemen, Panitia Pelaksana (Panpel), pemain, dan lainnya. Menurutnya, pihak Persib tidak pernah diundang untuk menjelaskan persoalan atau pelanggaran yang dianggapnya salah, hingga akhirnya diberi sanksi.
"Komdis PSSI juga tidak melihat fakta-fakta atau permasalahan secara utuh dan lengkap. Oleh karena itu, kami sedang berpikir kemungkinan besar untuk mengajukan banding," ucapnya.
Perihal adanya tim investigasi bentukan PSSI yang datang ke Bandung, pihaknya membenarkan hal tersebut. Namun tim pencari fakta ini juga tidak pernah mengundang pihak yang relevan.
"Poin keempat, bahwa seharusnya Komdis dalam memutus harus melihat permasalahan secara komprehensif. Jadi kemungkinan besar kita akan mengajukan banding, sambil kita mempelajari pertimbangan-pertimbangan hukum dari Komdis secara lengkap dan utuh," pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
