Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Juli 2021 | 20.50 WIB

9 Tahun setelah Gol Hantu Itu

POOL/AFP - Image

POOL/AFP

JawaPos.com – Tiap akan melawan Jerman, Inggris selalu menggugat "gol" Frank Lampard yang tak disahkan di Piala Dunia 2010. Tapi, setiap jelang menghadapi Ukraina, giliran Inggris yang digugat soal gol "hantu".

"Viktor (Kassai, matchday terakhir grup D Euro 2012) sudah mencuri golku," keluh bomber timnas Ukraina kala itu, Marko Devic, seperti dikutip Sport.

Ya, andaikan bola yang sudah melewati garis gawang Joe Hart tersebut disahkan wasit Kassai, cerita pertandingan mungkin akan lain. Ukraina sebagai tuan rumah Euro 2012 ketika itu bisa saja yang melaju ke fase knockout.

Tapi, akhirnya Inggris-lah yang lolos setelah gol Wayne Rooney pada menit ke-48 tetap jadi satu-satunya pembeda yang tercipta di Donbass Arena, Donetsk, saat itu. Sekaligus jadi gol penutup petualangan Ukraina di Euro.

Setelah insiden di Donbass Arena tersebut, kedua tim pernah bertemu dua kali dalam kualifikasi Piala Dunia 2014. Namun, dari dua laga, entah di London atau Kyiv, tak pernah ada pemenangnya.

Nah, sembilan tahun berlalu dari insiden yang kemudian turut memicu dikembangkannya teknologi garis gawang itu, Ukraina bersua kembali dengan Inggris. Kali ini pada perempat final Euro 2020 di Stadio Olimpico, Roma, dini hari nanti WIB. ’’(Andriy) Yarmolenko sangat besar motivasinya menghadapi Inggris,’’ sebut gelandang serang Ukraina Ruslan Malinovskyi seperti dikutip The Guardian.

Maklum, Yarmolenko termasuk saksi insiden di Donbass Arena tersebut. Di antara skuad Ukraina saat ini, hanya Yarmolenko pemain yang masih bertahan. Selain Yarmolenko, sosok pelatih Ukraina Andriy Shevchenko pun saat itu masih berstatus penyerang timnas Ukraina.

Baca juga: Tantangan Berat Generasi Emas

’’Dia (Yarmolenko) pun akan termotivasi untuk membuktikan bahwa dirinya layak bermain di Premier League setelah tak banyak bermain musim lalu karena cedera,’’ sambung Malinovskyi tentang rekannya yang bermain di West Ham United tersebut.

Sementara itu, dalam skuad Inggris, hanya Jordan Henderson satu-satunya yang tersisa di antara skuad racikan Roy Hodgson ketika itu. Meski, Hendo (panggilan akrab Henderson) saat itu hanya duduk di bench. ’’Mari kembali bekerja,’’ tulis gelandang Liverpool FC tersebut di dalam akun Instagram-nya kemarin WIB.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore