
Kylian Mbappé (Bein Sports)
JawaPos.com - Situasi Kylian Mbappe di Real Madrid tampaknya semakin rumit. Di tengah hubungannya yang dikabarkan memburuk dengan pelatih saat ini, Álvaro Arbeloa, penyerang asal Prancis itu justru terang-terangan menunjukkan kekagumannya kepada mantan pelatih Los Blancos, Xabi Alonso.
Alonso, yang meninggalkan Real Madrid lewat “kesepakatan bersama” pada pertengahan Januari lalu, saat ini masih berstatus tanpa klub. Namanya pun mulai dikaitkan dengan beberapa tim besar Eropa, termasuk Chelsea yang disebut sedang mempertimbangkannya bersama pelatih Bournemouth, Andoni Iraola. Namun, yang paling menarik justru datang dari komentar Mbappé sendiri.
Melansir Empire of the Kop, dalam wawancara terbarunya, Mbappé berbicara soal situasinya di Madrid sekaligus memberikan sinyal bahwa ia memiliki hubungan yang jauh lebih baik dengan Alonso dibandingkan dengan Arbeloa.
“Saya baik-baik saja, saya 100 persen sehat,” kata Mbappé kepada wartawan. “Saya tidak bermain karena pelatih [Arbeloa] memberi tahu saya bahwa saya adalah penyerang pilihan keempat dalam skuad setelah [Franco] Mastantuono, Vinicius [Junior] dan Gonzalo. Saya menerimanya dan bermain sesuai waktu yang diberikan. Saya rasa saya bermain dengan baik.”
“Saya sudah siap untuk bermain sebagai starter. Saya tidak marah kepada manajer. Anda harus selalu menghormati keputusan pelatih. Saya akan bekerja keras untuk kembali ke starting lineup.”
Meski terdengar diplomatis, pernyataan itu tetap terasa seperti sindiran halus terhadap Arbeloa, terutama karena status Mbappé sebagai salah satu pemain terbesar di dunia.
Di sisi lain, kedekatannya dengan Alonso memang bukan rahasia. Selama Alonso menangani Madrid, Mbappé disebut merasa lebih dipercaya dan diberi kebebasan yang lebih besar dalam sistem permainan.
Baca Juga:Veda Ega Pratama Curhat Usai Moto3 Catalunya 2026! Sulit Jinakkan Motor hingga Harus Lewat Q1
Kalau bicara angka, sulit membantah bahwa Xabi Alonso memang memberikan dampak besar. Selama menangani Bayer Leverkusen, Alonso mencatat: 89 kemenangan, 32 hasil imbang dan 19 kekalahan. Rata-rata 2,14 poin per pertandingan. Sementara selama singkat menangani Real Madrid, catatannya bahkan lebih impresif: 24 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan. Rata-rata 2,24 poin per pertandingan.
Sebagai perbandingan, sejak Arbeloa mengambil alih, rata-rata poin Madrid turun menjadi 1,92 per pertandingan. Tak heran jika sebagian pemain masih merindukan metode Alonso.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
Prediksi Skor Rennes vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Les Parisiens Bisa Kesulitan!
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
