Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 16.23 WIB

Eks Pelatih PSS Sleman Berharap Dalang Skandal PSMP Bisa Diungkap

Hery Kiswanto pernah merasakan sakitnya dituduh melakukan sepak bola gajah saat menangani PSS Sleman. - Image

Hery Kiswanto pernah merasakan sakitnya dituduh melakukan sepak bola gajah saat menangani PSS Sleman.

JawaPos.com - Tekanan berat yang dirasakan pemain PS Mojokerto Putra, Krisna Adi Darma, juga pernah dialami Hery Kiswanto. Eks pelatih PSS Sleman ini sempat dituduh dan dapat hukuman Komdis karena dianggap jadi bagian dari pengaturan skor saat melawan PSIS Semarang pada 2014 silam.


Meski akhirnya hukuman seumur hidup Hery Kiswanto telah dicabut, dia tak begitu saja bisa mudah melupakan beban berat akibat sanksi Komdis. Karena itu, Herkis-sapaan karib Hery Kiswanto-bisa merasakan tekanan yang dirasakan Krisna. ’’Saya sudah diampuni karena memang tidak terbukti. Kalau Krisna jelas sekali itu,’’ ucapnya.


Herkis tidak menyalahkan apa yang dilakukan Krisna. Dia sadar, mantan pemain PSIM Jogjakarta itu tidak akan melakukan tendangan penalti ngawur tanpa alasan ketika melawan Aceh United. ''Pasti ada yang menyuruhnya dan bukan orang sembarangan,'' ujarnya.


Nah, dalang inilah yang harus diungkap. Sebab, ini bisa makin membuka siapa aktor di balik layar dalam skandal pengaturan skor di sepak bola Indonesia. ’’Jangan hanya kami yang jadi korban. Mereka juga harus diusut dan diadili,’’ tegasnya.


Herkis yang pernah merasakan sakitnya dituduh jadi pelaku sepak bola gajah, sempat memutuskan beristirahat dari aktivitas di lapangan hijau. Pada awal musim Liga 2 ini misalnya. Dia memilih mundur dari PSS Sleman karena melihat klub berjuluk Super Elang Jawa itu akan melakukan ‘hal-hal tidak baik’ lagi.


’’Saya memilih mundur agar lebih tenang. Saya tidak mau mencoreng nama saya dengan hal-hal seperti itu lagi,’’ terangnya.


Adanya Satgas Anti Mafia Bola jadi salah satu harapan bagi Herkis. Dia melihat satgas yang langsung dipimpin oleh Kapolri ini tidak akan tebang pilih.


Dia juga berharap PSSI bisa berubah. Bisa benar-benar melihat mana pemain atau pelatih yang hanya jadi ‘korban’ ataupun ‘dalang’.


’’Jangan sampai ada keputusan yang salah lagi. Ini bukan hanya bicara profesi, tapi juga harga diri kami di mata masyarakat dan keluarga,’’ pungkasnya.

Editor: Agus Dwi W
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore