
Krisna Adi jadi korban dari skandal pengaturan skor di Liga 2 2018.
JawaPos.com - Kecelakaan tragis yang dialami pemain PS Mojokerto Putra (PSMP), Krisna Adi Darma tak pernah dibayangkan keluarganya. Terlebih kecelakaan tersebut terjadi hanya satu hari usai Komisi Disiplin memberi hukuman seumur hidup kepada Krisna.
Kakak kandung Krisna, Johan Arga mengaku keluarganya shock mendengar vonis yang diterima Krisna. Johan mencontohkan kasus yang mirip pernah terjadi pada 2014, antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang. Saat itu pemain-pemain yang kena hukuman.
“Kenapa untuk mengalihkan situasi ini justru adik saya yang dikorbankan? Benar, adik saya yang melakukan (penalti). Tapi dia tidak menerima keuntungan apapun dari kesalahan itu. Dia hanya menerima gaji yang dibayarkan klub setiap bulan. Saya tahu persis. Pertama saya mantan pemain sepak bola. Kedua Krisna sangat dekat dengan saya, jadi saya tahu persis keadaannya seperti apa," tutur sulung dari dua bersaudara itu,"
Johan menambahkan,"Kalau mau bilang, dia justru melindungi Indra Setiawan waktu itu. Apalagi dengan kejadian seperti ini pihak keluarga sangat terpukul. Baru tadi malam kami tahu ada keputusan itu dan siang ini seperti ini keadaannya.”
Johan mengaku sangat kenal karakter adiknya. Hingga dia tak percaya kalau Krisna jadi bagian dari skandal pengaturan skor seperti yang dituduhkan.
“Dia orangnya memang keras kepala, tapi humble. Dia sosok yang care. Saya itu ya dia, dia itu ya saya. Karena kami cuma kakak adik berdua tok,” lanjutnya.
Untuk menyelesaikan kasus dugaan pengaturan skor, Johan sempat bekomunikasi dengan Akmal Marhali dari Save Our Soccer (SOS). Lembaga tersebut siap membantu Johan dan Krisna jika mau memberikan klarifikasi. Saat ini Krisna memang banyak dihujat di media sosial.
Setelah terkena vonis tersebut, Johan sempat memikirkan tentang masa depan adiknya. Dan dia tetap berpikir kalau adiknya hanyalah korban.
“Sampai jam tiga pagi saya berpikir bagaimana caranya kalaupun dia terlibat, dia sebagai korban, paling nggak kalau tidak main sepak bola tidak masalah. Tapi dia sekarang dihujat, insyaAllah ke depan kalau dia mau membuka nama baiknya kembali lagi,” katanya.
Johan tahu betul risiko dari upaya yang akan dilakukannya. Untuk itu dia akan melakukan itu jika benar-benar siap.
“Malam sebelum kejadian sudah ngobrol dengan dia bahwa ini risikonya tidak main-main. Nyawa risikonya. Tapi kami belum putuskan. Kami masih fokus dengan keadaan dia, setelah itu kami baru berpikir mau menempuh jalur yang mana,” tandas Johan.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
