
Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho menyayangkan penyerangan terhadap rombongan Persib U-18 di Batang. Persija juga mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas sesuai hukum. (Dok. Persija Jakarta)
JawaPos.com – Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho mengecam penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam. Dia menyayangkan aksi kekerasan tersebut menimpa para pemain muda yang sedang berjuang mengejar mimpi di dunia sepak bola.
Melalui akun Instagram pribadinya, Rizky Ridho menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kekerasan dalam sepak bola. Menurut dia, tindakan semacam itu tidak seharusnya menyasar pemain muda yang tengah meniti karier.
“Sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang menimpa pemain EPA Persib Bandung. Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola, apalagi terhadap pemain muda yang sedang berjuang mengejar mimpinya. Stop kekerasan dalam sepak bola!” tulis Rizky Ridho, Senin (12/10).
Senada dengan kaptennya, Persija Jakarta juga mengecam penyerangan terhadap rombongan Persib U-18. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu menilai tindakan tersebut membahayakan keselamatan pemain dan ofisial, sekaligus menimbulkan kerugian.
“Persija mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10) malam. Persija sangat menyayangkan tindakan oknum suporter yang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan menimbulkan kerugian bagi para pemain serta ofisial tim,” tulis Persija melalui pernyataan resminya di Instagram.
Persija turut menyampaikan empati kepada para korban, terutama mereka yang mengalami kekerasan fisik. Klub berharap seluruh anggota rombongan dapat segera pulih dari dampak insiden tersebut.
Persija juga menegaskan bahwa rivalitas sepak bola tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan. Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan nilai sportivitas dan semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia.
“Persija tidak membenarkan tindakan oknum mana pun yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan. Rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola,” tegas Persija.
Persija mendukung agar insiden tersebut diusut secara tuntas dan objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat diminta bertanggung jawab atas perbuatannya.
Selain itu, Persija mengajak seluruh suporter untuk lebih dewasa dalam mendukung klub kebanggaan masing-masing. Kecintaan terhadap tim, menurut mereka, tidak boleh menjadi pembenaran untuk menyakiti orang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Kuching City vs Kitchee: The Cats Incar Poin, Wakil Hong Kong Ingin Beri Perlawanan
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022