Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23.19 WIB

Kanker Payudara Tembus 66.271 Kasus di Indonesia, Mayapada dan Persebaya Ajak Bonita Deteksi Dini

Mayapada Hospital Surabaya berkolaborasi dengan Persebaya Surabaya mengajak Bonita meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker payudara melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan dukungan bagi penyintas. (Dok. Persebaya) - Image

Mayapada Hospital Surabaya berkolaborasi dengan Persebaya Surabaya mengajak Bonita meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker payudara melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan dukungan bagi penyintas. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com - Sebanyak 66.271 kasus baru kanker payudara tercatat di Indonesia sepanjang 2022 berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN). Angka tersebut setara dengan sekitar 30,1 persen dari seluruh kasus baru kanker pada perempuan.

Besarnya angka tersebut menjadi pengingat pentingnya deteksi dini kanker payudara. Menyikapinya, Mayapada Hospital Surabaya berkolaborasi dengan Persebaya Surabaya mengajak Bonita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan perempuan dalam momentum Breast Cancer Awareness Month pada Oktober 2026.

Kampanye ini dilakukan melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan medis, hingga dukungan kepada penyintas kanker. Kolaborasi tersebut diharapkan mendorong perempuan lebih mengenali kondisi tubuh dan tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan perubahan pada payudara.

Prof. Dr. dr. S. Ugroseno Yudho Bintoro, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik Mayapada Hospital Surabaya, menegaskan pentingnya mengenali kanker payudara sejak stadium awal.

"Kanker payudara yang terdeteksi pada stadium awal memiliki peluang keberhasilan pengobatan yang lebih baik," beber Prof. Ugroseno.

Menurut dia, pilihan penanganan kanker payudara kini semakin berkembang. Selain kemoterapi, pasien dapat memperoleh terapi hormonal, terapi target, hingga imunoterapi sesuai karakteristik kanker dan kondisi masing-masing.

"Dengan deteksi dini dan pemilihan terapi yang tepat, peluang keberhasilan pengobatan serta kualitas hidup pasien dapat semakin ditingkatkan," ujarnya.

Kenali Perubahan Payudara dan Lakukan Pemeriksaan

Deteksi dini dapat dimulai dengan mengenali perubahan pada payudara. Perempuan dianjurkan tidak mengabaikan kondisi yang terasa berbeda dan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menentukan langkah pemeriksaan yang sesuai.

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri. Selain itu, terdapat SADANIS atau Pemeriksaan Payudara Klinis oleh tenaga medis, serta pemeriksaan penunjang seperti mammografi dan USG payudara.

Pemilihan jenis pemeriksaan perlu mempertimbangkan usia, faktor risiko, dan rekomendasi dokter. Karena itu, konsultasi dengan tenaga medis penting agar pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perempuan.

Editor: Hendra
Sumber: mayapada hospital, Persebaya
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore