Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2026 | 14.14 WIB

Media Besar Italia Soroti Timnas Indonesia ke Final, Singgung Tragedi Kanjuruhan Malang

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh mengantarkan Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Corriere dello Sport menyoroti perjalanan tersebut dalam momentum empat tahun tragedi Kanjuruhan. (Rayhan Putra Prihambudi/ JawaPos.com) - Image

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh mengantarkan Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Corriere dello Sport menyoroti perjalanan tersebut dalam momentum empat tahun tragedi Kanjuruhan. (Rayhan Putra Prihambudi/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Media olahraga Italia, Corriere dello Sport, menyoroti perjalanan Timnas Indonesia hingga berhasil melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Sorotan tersebut datang tepat empat tahun setelah Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.

Timnas Indonesia memastikan tiket final setelah mengalahkan Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10). Kemenangan tersebut diraih secara dramatis setelah skuad Garuda harus mengejar selisih gol dari Malaysia untuk mengamankan posisi teratas Grup A.

Sebelum pertandingan dimulai, seluruh penonton dan pemain di SUGBK mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan. Setelah itu, Indonesia harus langsung menghadapi tekanan untuk mencetak gol sebanyak mungkin.

“Empat tahun lalu, kita kehilangan 135 saudara kita di Kanjuruhan. Sebelum pertandingan kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka, lalu para pemain berjuang sampai menit ke-97 untuk membawa Indonesia ke final. Bagi saya, ini bukan sekadar tentang menang dan kalah,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam keterangannya, dikutip Minggu (4/10).

Drama berlangsung hingga menit-menit akhir. Kevin Diks mencetak gol kedelapan Indonesia pada menit ke-90+6, sebelum Mitchell Baker melengkapi kemenangan sekaligus mencetak gol kelimanya pada menit ke-90+7.

Hasil tersebut memastikan Indonesia finis di puncak Grup A. Skuad Garuda dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol plus sembilan, tetapi Indonesia unggul produktivitas setelah mencetak 11 gol sepanjang fase grup, berbanding sembilan gol milik Malaysia.

Corriere dello Sport turut menyoroti sejumlah momen penting dalam perjalanan Indonesia menuju final. Salah satunya pertandingan melawan Malaysia pada 28 September yang berakhir tanpa gol.

Dalam laga tersebut, Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye mendapat kartu merah menyusul intervensi VAR. Gol Justin Hubner juga dianulir karena offside tipis.

Media Italia tersebut tidak hanya menyoroti drama pertandingan, tetapi juga perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Keberhasilan Garuda mencapai final dipandang dalam konteks pembenahan sepak bola nasional yang terus didorong PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

Erick, yang sebelumnya pernah diwawancarai Corriere dello Sport, menggambarkan Indonesia sebagai “raksasa yang sedang tidur”. Ungkapan tersebut merujuk pada besarnya potensi sepak bola Indonesia yang membutuhkan pengelolaan profesional dan transparan.

Editor: Hendra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore