Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 01.11 WIB

Bantai Bangladesh 9-2, Para Pemain Timnas Indonesia Di-bully dan Diancam Dibunuh

Selebrasi Para pemain Timnas Indonesia usai berhasil mengalahkan Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Rayhan Putra Prihambudi/ JawaPos.com) - Image

Selebrasi Para pemain Timnas Indonesia usai berhasil mengalahkan Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Rayhan Putra Prihambudi/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengungkap sejumlah pemainnya menjadi korban bullying atau perundungan di media sosial. Bahkan, kata dia, beberapa anak asuhnya menerima pesan yang berisi ancaman pembunuhan. 

Herdman mengungkap hal tersebut setelah Timnas Indonesia bantai Bangladesh 9-2 pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Drama 11 gol tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10) malam WIB. 

Kemenangan tersebut sekaligus membawa Timnas Indonesia lolos dramatis ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Namun di balik kesuksesan tersebut, ternyata ada persoalan serius yang dialami para pemain di luar lapangan. 

Herdman pun meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam memberikan komentar terhadap pemain Timnas Indonesia. Dia menilai kata-kata kasar yang dilontarkan ketika pemain tidak tampil sesuai harapan dapat memberikan tekanan tersendiri. 

"Dan saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik. Ketika situasinya sulit, saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik," kata Herdman, dikutip Jumat (2/10). 

Menurut Herdman, persoalan yang dihadapi para pemain tidak hanya berupa perundungan. Sejumlah anak asuhnya juga menerima tudingan yang tidak jelas asal-muasalnya, termasuk Mitchell Baker yang tampil gemilang dengan mencetak lima gol ke gawang Bangladesh.

Meski tidak merinci tudingan yang diarahkan kepada Baker, Herdman menilai komentar-komentar tersebut sudah melewati batas. Terlebih, perundungan di media sosial dapat memberikan tekanan mental kepada pemain yang sedang menjalankan tugas membela negara.

"Karena beberapa hal yang dikatakan tentang dia dan pemain lainnya tidak benar. Perundungan secara online itu tidak benar. Sangat mudah mengirimkan hinaan sambil bersembunyi di balik keyboard atau telepon. Tetapi secara mental, itu menyakitkan," ujar Herdman.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore