
Gledson Paixao menegaskan siap memberikan kontribusi untuk Persebaya Surabaya berapa pun menit bermain yang diberikan. (Persebaya)
JawaPos.com — Gledson Paixao menegaskan siap membantu Persebaya Surabaya kapan pun dibutuhkan, bahkan jika kesempatan bermain hanya 30 detik. Gelandang berusia 31 tahun itu melihat ketatnya persaingan lini tengah Green Force sebagai energi positif untuk meningkatkan kemampuan dan menjaga performa sepanjang Super League 2026/2027.
Persaingan mendapatkan tempat di lini tengah Persebaya Surabaya musim ini berlangsung ketat karena tim memiliki banyak pilihan berkualitas di sektor tersebut. Kondisi itu membuat setiap pemain harus menjaga performa dan menunjukkan kesiapan agar bisa mendapatkan kepercayaan dari pelatih Bernardo Tavares.
Khusus posisi gelandang bertahan, Persebaya Surabaya memiliki sejumlah opsi seperti Toni Firmansyah, Rachmat Irianto, Diogo Ramalho, Sadida Nugraha, dan M. Ichsas. Risto Mitrevski juga bisa dimainkan di posisi tersebut setelah mendapat kepercayaan tampil sebagai gelandang bertahan dalam dua pertandingan awal Super League 2026/2027.
Bagi Gledson, banyaknya pemain berkualitas justru memberikan dampak positif terhadap perkembangan tim. Persaingan internal membuat para pemain tidak bisa berpuas diri dan harus terus menjaga level permainan ketika menjalani latihan maupun pertandingan.
“Saya pikir memiliki tim dengan pemain-pemain berkualitas seperti ini adalah hal yang sangat bagus. Persaingan di dalam tim juga harus berjalan dengan intens karena semua pemain ingin bermain dan menunjukkan performa terbaik,” ujar Gledson.
Gledson Paixao sudah mendapat kesempatan tampil dalam dua pertandingan awal Persebaya Surabaya di Super League 2026/2027. Ia masuk dari bangku cadangan saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC dan kembali dimainkan sebagai pemain pengganti ketika Green Force menjamu PSIM Yogyakarta.
Dua penampilan tersebut memang belum menempatkan Gledson sebagai starter. Namun, kesempatan turun ke lapangan menjadi modal penting bagi sang gelandang untuk membangun kembali ritme permainan sekaligus memahami tuntutan yang diberikan tim.
Gledson tidak melihat status pemain pengganti sebagai alasan untuk kehilangan motivasi. Sebaliknya, ia memilih tetap fokus menjalani proses dan memastikan kondisi fisiknya terus berkembang sambil menunggu kesempatan bermain lebih banyak.
“Menurut saya, persaingan seperti ini justru positif. Pemain yang sedang tampil bagus harus terus bekerja untuk mempertahankan levelnya karena pada akhirnya pelatih akan memilih pemain berdasarkan performanya,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022