Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Mei 2026 | 17.39 WIB

Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!

Wasit Ko Hyung jin memberikan kartu merah kepada pesepak bola Persija Jakarta Bruno Tubarao saat pertandingan lanjutan Super League lawan Persib di Stadion GBLA. (Abdan Syakura/Antara) - Image

Wasit Ko Hyung jin memberikan kartu merah kepada pesepak bola Persija Jakarta Bruno Tubarao saat pertandingan lanjutan Super League lawan Persib di Stadion GBLA. (Abdan Syakura/Antara)

JawaPos.com - Kompetisi Super League 2025/2026 memang telah berakhir. Namun, setiap kontestan (baik yang bertahan maupun terdegradasi) perlu melakukan evaluasi, khususnya terkait indisipliner pemain akibat mendapat kartu merah langsung maupun akumulasi kartu kuning.

Berdasarkan statistik yang dihimpun Ileague.com, Arema FC tercatat sebagai tim dengan tindakan indisipliner paling brutal. Mereka total mendapatkan 9 kartu merah (langsung maupun akumulasi) sepanjang musim. Mereka lebih banyak satu kartu dibandingkan Persijap Jepara dan Persija Jakarta yang berada di posisi kedua dan ketiga dalam pengumpul kartu merah terbanyak musim 2025/2026.

Kita bisa ambil contoh Persija saat Allano Lima, Rio Fahmi, Jordi Amat (2 kartu merah), Figo Dennis, Fabio Calonego, Bruno Tubarao, dan Aditya Warman harus terusir dari lapangan.

Hukuman itu tentu saja merugikan, karena staf pelatih tak bisa menggunakan jasa mereka di pertandingan berikutnya akibat larangan bertanding.

Lalu, bicara kartu merah, siapa klub paling sopan? Jika ditelusuri, ternyata Borneo FC menjadi tim yang dianggap paling sopan sepanjang musim.

Tim berjuluk Pesut Etam itu belum pernah mengoleksi satu kartu merah pun. Imbasnya, seluruh pemain tersedia dalam DSP line-up dan tentu saja tak memusingkan staf pelatih dalam meracik strategi.

Situasi itu membuat Borneo FC berada dalam skuad siap tempur, meski gagal dalam perebutan gelar juara. Mereka hanya kalah head-to-head dari Persib Bandung yang kembali menggondol juara untuk ketiga kalinya.

Namun, terlepas dari capaian akhir, bagaimana langkah klub dalam mengarungi kompetisi musim depan? Apakah mereka bisa belajar dari Pesut Etam?

KARTU MERAH

1. AREMA FC 9
2. PERSIJAP JEPARA 8
3. PERSIJA JAKARTA 8
4. PSM MAKASSAR 7
5. PERSEBAYA SURABAYA 7
6. MADURA UNITED 6
7. PERSIB BANDUNG 6
8. PERSITA 5
9. PSIM YOGYAKARTA 5
10. PERSIK KEDIRI 5
11. BHAYANGKARA FC 4
12. DEWA UNITED 4
13. BALI UNITED 4
14. PSBS BIAK 3
15. PERSIS SOLO 3
16. MALUT UNITED 3
17. SEMEN PADANG 3
18. BORNEO FC 0

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore