
Kolom komentar Instagram Persija Jakarta dipenuhi Jakmania yang meminta Cyrus Margono menggantikan Andritany Ardhiyasa. (Persija)
JawaPos.com–Debut kiper muda Cyrus Margono bersama Persija Jakarta akhirnya terjadi, tetapi jauh dari kata sempurna. Laga kontra Bhayangkara FC justru membuka catatan evaluasi besar bagi Macan Kemayoran setelah kalah 2-3 pada pekan ke-26 Super League 2025/2026.
Pertandingan Bhayangkara FC vs Persija Jakarta berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4). Laga super league itu menjadi momen spesial bagi Cyrus Margono.
Kiper Persija kelahiran New York, 9 November 2001 itu akhirnya mendapat kepercayaan tampil sejak menit pertama menggantikan Carlos Eduardo dan Andritany Ardhiyasa. Namun, kesempatan emas di super league tersebut belum mampu dibayar lunas dengan performa gemilang saat lawan Bhayangkara FC.
Cyrus harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali, dengan kontribusi penyelamatan yang relatif minim sepanjang laga. Berdasar statistik pertandingan, Cyrus mencatatkan 2 penyelamatan dalam 90 menit bermain. Dia juga hanya melakukan 1 penyelamatan dari dalam kotak penalti, tanpa mencatatkan high claim maupun aksi duel udara.
Jika melihat peta panas alias heatmap, aktivitas Cyrus sangat terpusat di area 6-yard box dan tepat di depan gawang. Hal ini menunjukkan dia bermain sangat konservatif dan cenderung menjaga posisi sebagai garis pertahanan terakhir tanpa banyak melakukan sapuan keluar.
Peran tersebut memperlihatkan gaya bermainnya sebagai traditional shot-stopper. Cyrus lebih nyaman menunggu dan bereaksi terhadap tembakan, dibanding aktif keluar sebagai sweeper-keeper yang agresif mengantisipasi bola. Meski begitu, ada satu aspek yang cukup menonjol dari penampilan kiper berusia 24 tahun itu.
Heatmap Cyrus Margono vs Bhayangkara FC
Akurasi umpannya mencapai 93 persen dengan catatan 13 dari 14 operan sukses, menunjukkan ketenangan saat mengalirkan bola dari belakang. Distribusi ini menjadi nilai plus bagi Persija Jakarta yang ingin membangun serangan dari lini belakang secara rapi. Cyrus mampu menjadi titik awal build-up tanpa terburu-buru membuang bola.
Selain itu, dia juga mencatatkan 6 recoveries dan 2 interceptions selama pertandingan berlangsung. Catatan ini mengindikasikan kemampuan membaca permainan yang cukup baik, khususnya dalam mengantisipasi bola liar di area kotak penalti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022