Selebrasi Paulo Gali Freitas usai mencetak gol kemenangan Persebaya Surabaya atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Perjalanan Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas bersama Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/26 berjalan penuh dinamika.
Pemain muda asal Timor Leste yang akrab disapa Gali Freitas itu tengah menikmati musim yang tak sekadar soal angka, tetapi juga proses dan pembuktian diri.
Didatangkan dari PSIS Semarang pada awal musim, Gali langsung memberikan kontribusi positif. Gol perdananya lahir pada pekan ketiga saat Persebaya menjamu Bali United. Momen itu menjadi penanda bahwa ia datang ke Surabaya bukan sekadar pelengkap skuad, melainkan dengan ambisi besar untuk berkembang.
Namun, perjalanan setelahnya tak selalu mulus. Seusai gol tersebut, Gali sempat mengalami paceklik cukup panjang.
Selama 10 pekan ia absen mencetak gol. Tekanan mulai terasa, ritme permainan naik turun, dan ekspektasi suporter kian tinggi. Dalam fase inilah mental pemain 21 tahun tersebut benar-benar diuji.
Alih-alih terpuruk, Gali memilih bekerja lebih keras. Ia menambah intensitas latihan, memperbaiki detail sentuhan akhir, dan terus mencari ruang agar tetap memberi dampak bagi tim.
Meski tak mencetak gol dalam periode tersebut, kontribusinya tetap terasa. Ia aktif dalam skema serangan dan menyumbang tiga assist. Pergerakan tanpa bola, keberanian duel satu lawan satu, serta visi umpannya menunjukkan kapasitas sebagai pemain kreatif.
Titik balik datang ketika Bernardo Tavares mengambil alih komando tim. Pada debut sang pelatih di pekan ke-17 melawan Malut United, Gali langsung tampil tajam dengan mencetak dua gol. Penampilan itu memastikan kemenangan penting bagi Persebaya sekaligus menjadi momentum kebangkitannya.
Sejak saat itu, grafik performanya menanjak. Di bawah arahan Tavares, Gali terlihat lebih matang dalam mengambil keputusan di lapangan. Ia tak ragu mengakui peran besar sang pelatih dalam perkembangannya.
“Dia selalu mengajak pemain meeting secara personal, termasuk saya, untuk terus improve jadi lebih baik. Coach selalu meluangkan waktu untuk diskusi individual dan membantu pemain tampil lebih maksimal di lapangan,” ujar Gali dikutip dari persebaya.id.
Sentuhan Tavares menghadirkan kepercayaan diri baru. Sejak dilatih pelatih asal Portugal tersebut, Gali mencetak empat gol dan tiga assist. Secara total, ia sudah mengoleksi enam gol dan enam assist musim ini, termasuk gol penentu kemenangan saat menghadapi PSM Makassar.
Menurut Gali, karisma Tavares menjadi energi tambahan di ruang ganti. Ia merasa selalu mendapat masukan detail, mulai dari posisi, kontrol bola, hingga akurasi umpan jauh. Hal itu membuatnya berkembang lebih cepat.
Perjalanan Gali Freitas musim ini menjadi gambaran tentang arti proses. Dari fase paceklik hingga kembali produktif, ia menunjukkan bahwa kerja keras dan arahan yang tepat mampu mengubah tekanan menjadi motivasi. Di tengah ketatnya persaingan BRI Super League 2025/26, Gali terus menegaskan diri sebagai salah satu motor kebangkitan Persebaya.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
