Selebrasi Hansamu Yama setelah cetak gol untuk Arema FC melawan Persijap Jepara. (Dok. Arema FC)
JawaPos.com - Laga debut Hansamu Yama dalam masa peminjamannya dari Persija Jakarta ke Arema FC berlangsung sempurna. Bertanding melawan Persijap Jepara (2/2), pemain berusia 31 tahun itu tampil solid di lini belakang.
Hebatnya lagi, ia mencetak satu-satunya gol kemenangan tim Singo Edan.
Hansamu bersyukur bisa membantu Arema FC meraih kemenangan. Namun, yang paling penting baginya adalah kembali mendapatkan menit bermain di Super League.
“Yang terpenting saya dan Rio (Fahmi) bisa membantu dan berkontribusi di sini,” ujarnya.
Menariknya, pada laga itu Hansamu juga menjadi kapten “sementara” tim. Tepatnya pada menit ke-82, ketika kapten tim Johan Ahmad Farizi ditarik keluar.
Sebelum meninggalkan lapangan, ban kapten diberikan kepada mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut.
Hansamu mengaku kaget saat ban kapten kapten diserahkan kepadanya. Meski demikian, baginya tidak ada masalah sama sekali mengenakan ban kapten tersebut.
“Tidak tahu Mas John (Johan Ahmad Farizi), aneh-aneh saja. Tapi tidak ada masalah, untuk pengalaman,” ucapnya.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
