Latihan PSIM Yogyakarta jelang ladeni Persebaya Surabaya. (Dok. PSIM)
JawaPos.com - PSIM Yogyakarta memiliki stok pemain melimpah ketika menjamu Persebaya Surabaya (25/1). Sebab, ada empat pemain yang bisa comeback setelah mengalami cedera.
Mereka adalah Yusaku Yamada, Harlan Suardi, Andy Irfan, dan Dede Sapari. Yusaku menjadi penggawa yang paling siap tampil. Bek asal Jepang itu sebelumnya sudah absen dalam tiga laga beruntun.
“Yusaku progresnya sudah baik, sudah hampir 100 persen. Dia juga sudah latihan bersama tim. Jadi, harapannya bisa segera kembali ke lapangan,” kata dokter tim PSIM, Hansel.
Baca Juga: Hengkang dari Persebaya Surabaya, Berikut 3 Laga Terbaik Dejan Tumbas di Putaran Pertama Super League
Kembalinya Yusaku jelas menjadi kabar gembira. Sebab, sebelum cedera, dia selalu tampil selama 90 menit dalam 13 laga beruntun.
Harlan dan Andy juga siap comeback. Sebab, keduanya hanya mengalami cedera ringan. “Andy Irfan sudah kembali latihan dengan tim. Begitu pula dengan Harlan. Kebetulan cederanya agak ringan, jadi recovery-nya cepat,” beber Hansel.
Sementara itu, Dede sempat mengeluhkan rasa sakit di bagian paha. “Dede sempat merasakan tidak nyaman di bagian pahanya. Setelah istirahat dan fisioterapi, kini ia sudah mengikuti sesi latihan,” ungkap Hansel.
Dia menyebut kondisi keempat pemain tersebut semakin membaik. Mereka juga sudah berlatih dengan maksimal. “Jika pemain sudah kembali berlatih dengan tim, potensi untuk bermain pasti ada. Akan tetapi, keputusan untuk dimainkan atau tidak tetap berada di tangan pelatih kepala,” tegas Hansel.
Duel melawan Persebaya akan dihelat di Stadion Sultan Agung, Bantul. Jarak yang tidak terlalu jauh membuat Bonek, suporter Persebaya, berpotensi datang.
Apalagi hubungan mereka dengan Brajamusti, suporter PSIM, cukup hangat. Namun, pihak panpel benar-benar meminta agar suporter tim tamu tidak nekat datang.
“Kami mohon maaf karena belum bisa menjadi tuan rumah yang baik. Apalagi kapasitas Stadion Sultan Agung sangat terbatas,” kata Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar. Selain keterbatasan tempat, faktor sosiologis turut menjadi pertimbangan utama.
“Kami ini bermain di Bantul. Dengan posisinya sebagai ‘tamu’, kami wajib menghormati tuan rumah, yakni Pemerintah Kabupaten Bantul, Kapolres Bantul, serta warga sekitar stadion. Apalagi jalinan komunikasi dengan mereka sampai saat ini masih berjalan dengan baik,” pungkas Wendy.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
