
Gustavo Fernandes akan jadi pemain kunci Persebaya Surabaya di era Bernardo Tavares dengan tinggi 1,95 meter. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Dua poin evaluasi Persebaya Surabaya di putaran pertama terungkap, Bernardo Tavares sudah temukan solusinya menjadi catatan penting Green Force jelang putaran kedua Super League 2025/2026.
Jeda kompetisi tidak diperlakukan sebagai waktu istirahat semata, tetapi dimanfaatkan untuk membenahi fondasi tim secara menyeluruh.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares langsung tancap gas sejak kompetisi memasuki masa jeda putaran pertama.
Fokus utama diarahkan pada evaluasi menyeluruh skuad, terutama untuk memperkuat kedalaman tim dan meningkatkan kualitas persaingan internal.
Dua poin utama hasil evaluasi tersebut berangkat dari pengalaman Persebaya Surabaya sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026.
Tavares menilai timnya kerap kehilangan momentum akibat kelemahan di duel udara dan situasi bola mati.
Menurut pelatih asal Portugal itu, masalah paling krusial musim lalu terletak pada minimnya pemain bertubuh jangkung di dalam skuad.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada performa bertahan, terutama saat menghadapi bola mati lawan.
“Kami tidak memiliki terlalu banyak pemain bertubuh tinggi. Inilah sebabnya kami sering kebobolan dari bola mati. Karena itu, keseimbangan dalam skuad menjadi sangat penting,” jelasnya.
Kutipan tersebut menjadi dasar evaluasi utama yang kini coba dijawab Tavares secara konkret.
Di kompetisi Super League, Tavares melihat karakter permainan sangat bergantung pada duel fisik dan situasi set piece. Banyak gol tercipta bukan dari skema terbuka, melainkan dari bola mati yang membutuhkan dominasi udara.
“Di Indonesia, banyak gol tercipta dari bola mati. Kami butuh pemain tinggi untuk duel udara dan bertahan, serta pemain cepat untuk membangun serangan,” tambahnya.
Pernyataan itu menegaskan filosofi keseimbangan yang kini menjadi fokus Persebaya Surabaya.
Evaluasi kedua yang tak kalah penting adalah kebutuhan akan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kecepatan. Tavares ingin timnya tidak hanya solid saat bertahan, tetapi juga efektif saat transisi menyerang.
Hasil evaluasi tersebut mulai terlihat dari komposisi skuad Persebaya Surabaya jelang putaran kedua Super League 2025/2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022