
Gali Freitas jadi donatur tetap gol Persebaya Surabaya di putaran pertama. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com–Tiga mesin gol Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama setelah putaran pertama Super League 2025/2026 berakhir. Lebih dari 60 persen gol Green Force tercipta dari kaki tiga pemain asing yang konsisten menjadi pembeda di setiap pertandingan.
Persebaya Surabaya menutup putaran pertama Super League 2025/2026 dengan bertengger di peringkat ketujuh klasemen. Tim kebanggaan Kota Pahlawan itu mengoleksi 28 poin dari 17 pertandingan yang sudah dijalani.
Produktivitas gol Persebaya Surabaya terbilang cukup solid sepanjang putaran pertama kompetisi super league. Dari 17 laga, Green Force mampu mencetak 24 gol dan hanya kebobolan 16 kali.
Menariknya, mayoritas gol Persebaya Surabaya lahir dari kontribusi tiga pemain asing. Bruno Moreira, Gali Freitas, dan Francisco Rivera, mencetak total 15 gol atau lebih dari 60 persen dari keseluruhan gol tim.
Bruno Moreira menjadi penyumbang gol terbanyak di antara ketiganya. Winger asal Brasil itu mengoleksi tujuh gol dan tiga assist sepanjang putaran pertama.
Kontribusi Bruno bukan hanya terlihat dari jumlah gol yang dicetaknya. Pergerakannya di sisi sayap kerap membuka ruang dan menjadi pemicu lahirnya peluang berbahaya bagi Persebaya Surabaya.
Nama Gali Freitas juga tak bisa dipisahkan dari lini serang Green Force musim ini. Pemain asal Timor Leste itu menyumbang empat gol dan tiga assist yang krusial dalam banyak pertandingan.
Gali dikenal dengan determinasi tinggi dan agresivitasnya dalam menekan pertahanan lawan. Perannya membuat tempo permainan Persebaya Surabaya tetap hidup, terutama saat tim membutuhkan gol pembuka.
Sementara itu, Francisco Rivera tampil sebagai kreator utama di lini tengah. Pemain asal Meksiko tersebut mencetak empat gol dan menyumbang lima assist sepanjang putaran pertama.
Rivera menjadi jembatan penting antara lini tengah dan lini depan. Akurasi umpannya serta kecerdikan membaca permainan membuat serangan Persebaya Surabaya lebih terarah dan efektif.
Puncak kontribusi tiga donatur tetap gol Persebaya Surabaya terjadi di pekan ke-17 Super League 2025/2026. Laga melawan Malut United menjadi penutup manis putaran pertama bagi tim asuhan Bernardo Tavares.
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya melanjutkan tren positif. Green Force sukses menundukkan Malut United dengan skor 2-1 di hadapan pendukung sendiri.
Kemenangan tersebut tak lepas dari atmosfer stadion yang luar biasa. Dukungan ribuan suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bonek dan Bonita yang hadir langsung di stadion. Menurutnya, atmosfer pertandingan menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan tim.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang datang ke stadion untuk mendukung para pemain. Atmosfernya fantastis, hampir 13 ribu orang hadir di sini. Luar biasa,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
