
Pemain Putra Jaya Pasuruan Muh. Hilmi Gimnastiar menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha. (Naufal Ammar Imaduddin/Antara)
JawaPos.com-Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur telah menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan Muh. Hilmi Gimnastiar. Sebab, dia menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim.
Meski begitu, Hilmi Gimnastiar ternyata masih bisa mengajukan banding agar hukumannya diringankan. Hal itu juga sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku dalam Kode Disiplin PSSI.
Komdis Asprov PSSI Jatim telah melakukan pemeriksaan dan menilai perbuatan Hilmi itu termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI. Vonis larangan seumur hidup tersebut pun dijatuhkan.
“Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” ujar Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat, seperti dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan, dalam putusan Komdis PSSI Jatim, Muh. Hilmi Gimnastiar terbukti melakukan pelanggaran pasal 48 juncto pasal 49 Kode Disiplin PSSI.
Tak hanya larangan bermain seumur hidup, Komdis PSSI Jatim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 2,5 juta kepada pemain Putra Jaya Pasuruan tersebut. Hal tersebut sesuai ketentuan pasal 78 Kode Disiplin PSSI.
Hilmi memang masih bisa banding, tetapi bukan berarti tindakan kekerasan seperti itu bisa dilakukan pemain meski terbawa suasana dalam sebuah pertandingan sepak bola tensi tinggi.
Makin berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Sebab, hal itu mencoreng semangat fair play yang selalu dikedepankan dalam sebuah pertandingan olahraga.
"Hukuman itu juga kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri," tegas Samiadji Makin Rahmat.
Insiden tendangan kungfu yang dilakukan pemain Putra Jaya Pasuruan Muh. Hilmi Gimnastiar terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha Ardhiansyah berlangsung pada laga babak 32 besar Grup CC Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026. Laga berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (5/1).
Manajemen Perseta 1970 Tulungagung memastikan pemainnya, Firman Nugraha, mengalami retak tulang rusuk bagian bawah akibat dari tindakan brutal Hilmi tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022