
Bernardo Tavares belum tanda tangan kontrak dengan Persebaya Surabaya. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Bernardo Tavares kandas menjadi calon pelatih Persebaya Surabaya setelah sang agen, Azmi Ponti, menegaskan tidak ada kesepakatan apa pun dengan klub mana pun. Kepastian itu mematahkan euforia sebagian Bonek yang sempat menuliskan “Welcome Bernardo TAVARES” hingga “TAVARES IN” di media sosial.
Rumor kedatangan Tavares sebelumnya sempat ramai dibicarakan karena ia disebut sudah menjalin komunikasi dua kali lewat pertemuan virtual dengan manajemen Persebaya Surabaya.
Bahkan beberapa akun fanbase seperti @tribunpersebaya ikut mengunggah pertanyaan, “Benarkah kabar tersebut? Dan sudah sampai sejauh mana komunikasi tersebut @officialpersebaya?”
Narasi itu makin liar ketika sejumlah Bonek menuliskan ucapan selamat datang untuk pelatih Portugal tersebut.
Ada pula komentar yang menyebut, “INFO A1 LUR @bernardotavares80 pelatih selanjut e wonge wes ttd tangan kontrak 3thn.”
Namun, semua kabar itu langsung dipatahkan oleh sang agen. Azmi Ponti menegaskan, “Perlu saya luruskan bahwa informasi tersebut tidaklah benar dan saat ini Coach Bernardo Tavares di Portugal untuk menikmati perayaan Natal dan akhir tahun bersama keluarga.”
Azmi juga menyampaikan ungkapan terima kasih atas perhatian suporter kepada Tavares. Ia menulis, “Saya selaku agen dari Coach Bernardo Tavares, sebelumnya mengucapkan banyak terima kasih atas pesan yang masuk langsung ke Coach Bernardo Tavares ataupun melalui saya.”
Ia kemudian mempertegas status pelatih 43 tahun itu dalam pernyataan lanjutan.
“Dan saya pertegas kembali saat ini Coach Bernardo Tavares masih berstatus tanpa klub dan belum menandatangani kontrak apapun dengan klub manapun di Indonesia ataupun di luar Indonesia,” tulis Azmi.
Pernyataan itu membuat angin segar yang sempat berembus menuju Surabaya mendadak berhenti. Bonek yang sebelumnya yakin mulai menerima kenyataan peluang mendatangkan Tavares hampir mustahil terjadi dalam waktu dekat.
Padahal Tavares menjadi nama paling populer dalam bursa pelatih Persebaya Surabaya berkat rekam jejaknya bersama PSM Makassar. Ia mencatat 129 pertandingan dengan hasil 55 kemenangan, 44 imbang, dan 30 kekalahan.
Prestasinya juga mengilap di level domestik dan Asia. Ia membawa PSM Makassar menjadi juara Liga Indonesia 2022/2023 dan membawa tim itu menembus final AFC Cup Zona ASEAN 2022/2023 serta semifinal ASEAN Cup 2024/2025.
Ketika peluang mendatangkan Tavares buyar, sorotan publik kini beralih ke empat nama lain yang terus digaungkan Bonek. Nama-nama itu adalah Aji Santoso, Thomas Doll, Timur Kapadze, dan Jesus Casas.
Aji Santoso disebut-sebut sebagai pilihan sentimental karena pernah menangani Persebaya Surabaya dan mendapat tempat khusus di hati suporter. Beberapa komentar Bonek menggambarkan harapan itu, seperti “welcome back Aji Santoso” dan “Rindu coach Aji Santoso.”
Thomas Doll ikut masuk daftar berkat reputasinya sebagai pelatih berpengalaman dengan pendekatan taktik modern. Suporter juga sempat menandai akun pelatih itu dengan tulisan, “@thomas_dolll_ @thomas_dollofficial.”

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
