
Pemanasan tim de Red FC jelang melawan Persiba Balikpapan. (Dok. Instagram/@deredfcofficial)
JawaPos.com – Hasil imbang saat menjamu RANS Nusantara FC pada 19 September lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi de Red FC. Unggul tiga gol lebih dulu, Red Thunder gagal mempertahankan kemenangan. Lawan berhasil membalas tiga gol sehingga de Red FC harus puas bermain imbang 3-3.
Hal tersebut tidak boleh terulang lagi malam ini saat bertandang ke Stadion Surajaya, Lamongan, untuk menghadapi Persiba Balikpapan. Lini belakang tidak boleh lagi banyak melakukan kesalahan. Sementara itu, lini depan wajib mengonversi setiap peluang menjadi gol.
Jika hal tersebut tidak dilakukan, target meraih kemenangan perdana bisa kembali gagal dicapai. Persiba merupakan tim yang mengandalkan serangan balik. Artinya, satu kesalahan di lini belakang atau kegagalan mengonversi peluang menjadi gol bisa berujung fatal.
Pelatih de Red FC, Aji Santoso, memahami hal tersebut. Dia sudah melakukan evaluasi menyeluruh setelah timnya bermain imbang melawan RANS Nusantara FC.
“Saya sampaikan ke pemain agar bisa dijadikan pengalaman. de Red FC ini tim baru. Secara permainan, sudah tidak ada masalah untuk pemain, tinggal koreksi beberapa hal saja,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin (24/9).
Menurut Aji, pertandingan malam ini menjadi kesempatan bagi de Red FC untuk meraih kemenangan perdana di Championship. Dari segala aspek, dia menilai timnya berada di atas Beruang Madu.
“Saya sudah melihat dua video pertandingan Persiba. Sudah memberikan materi kepada pemain, semoga aplikasi di dalam pertandingan berjalan baik,” harapnya.
Sementara itu, pelatih Persiba, Sudirman, menegaskan akan menerapkan taktik berbeda saat melawan de Red FC. Jika dalam dua pertandingan sebelumnya timnya banyak mengandalkan serangan balik, malam nanti Persiba akan bermain menyerang sepanjang pertandingan.
“Kondisi fisik kemarin agak kedodoran, sudah bisa teratasi sehingga kami bisa bermain ofensif dari awal sampai akhir,” tegasnya.
Baca Juga:Bawa Pulang Perunggu, Tradisi Emas-Perak Wushu Indonesia di Asian Games Terhenti setelah 12 Tahun
Menurut Sudirman, anak asuhnya juga masih memiliki motivasi sangat tinggi. Meskipun demikian, dari sisi kualitas, Sudirman menilai skuad lawan lebih baik dibandingkan Persiba. “Mereka tim yang punya gaya bermain sangat baik. Punya dari awal sampai akhir,” ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022