
Pesepak bola Timnas Indonesia Rizky Ridho Ramadhani (kiri) dan rekannya Yakob Sayuri (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Jepang Wataru Endo (tengah) pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utam
JawaPos.com - Dunia sepak bola Asia tengah gempar dengan kabar Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) yang mempertimbangkan untuk meninggalkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). JFA dilaporkan berniat untuk membentuk sebuah konfederasi baru.
Isu Jepang angkat kaki dari AFC ini muncul setelah disuarakan oleh media Irak, UTV. Disebutkan JFA cukup serius untuk mempertimbangkan hal tersebut karena kecewa sekaligus menentang AFC yang dirasa kerap memanipulasi dan korupsi.
"Ada pergerakan dari Jepang untuk mundur dari AFC dan mendirikan 'Federasi Asia Timur'. Mereka protes dan menentang hal-hal yang terlihat seperti manipulasi dan korupsi di AFC, yang dikontrol oleh pendanaan Qatar. Mereka juga sudah tidak lagi percaya pada AFC," berikut laporan UTV, dipetik dari media Jepang, Football Tribe.
Dijelaskan bahwa kekecewaan Jepang berawal dari buruknya AFC dalam mengelola turnamen Asia Champions League Elite 2025/2026. Salah satunya menetapkan babak perempat final di kawasan Timur Tengah sehingga dianggap tak adil.
Persoalan dalam AFC Champions League Elite bukan terjadi hanya pada musim ini. Musim lalu, klub Jepang juga dirugikan oleh AFC. Yakni Vissel Kobe yang harus mengalami penurunan peringkat akibat keputusan tak tegas dari AFC.
Diketahui pada musim lalu, klub Tiongkok, Shandong Taishan memilih untuk menarik diri di tengah turnamen.
Nah menurut Pasal 5 Ayat 6 peraturan kompetisi, AFC menjelaskan bahwa klub yang mundur setelah kompetisi dimulai akan membuat seluruh pertandingan yang telah dilakoni dibatalkan dan dianggap tidak sah.
Vissel Kobe pun yang semestinya finish di peringkat ketiga Wilayah Timur ACL Elite, harus turun ke posisi kelima karena hasil melawan Shandong Luneng tidak dihitung.
"Masalah lain muncul pada pertandingan antara Vissel Kobe dan Shandong Taishan di Stadion Noevir, Kobe, pada 2 Oktober 2024. Dalam laga itu terjadi keributan antara pemain dan staf kedua tim," tulis Football Tribe dalam keterangan lainnya.
Keributan itu berujung AFC menjatuhkan denda sebesar 10.000 dolar AS atau setara dengan Rp155 juta kepada Vissel Kobe. Tapi AFC tak juga mencabut sanksi tersebut meski Shandong Luneng terdiskualifikasi sehingga memunculkan anggapan standar ganda.
Bila rencana JFA untuk meninggalkan AFC dan membangun konfederasi baru, jelas jadi guncangan besar untuk sepak bola Asia. Sebab Jepang adalah salah satu kekuatan besar di kawasan tersebut.
Tapi tentunya upaya Jepang membentuk konfederasi Asia Timur butuh waktu panjang. Sebab hal itu berkaitan dengan slot untuk lolos ke Piala Dunia. Selain itu negara-negara yang masuk dalam konfederasi itu akan menimbulkan tanda tanya.
Indonesia, dalam hal ini PSSI, bisa jadi salah satu negara yang bergabung karena secara geografis termasuk dalam Asia Timur bentukan Jepang. Tentu menarik dinantikan bagaimana kelanjutan kabar ini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
