Asisten pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tugas berat dimiliki PSSI dalam mencari pengganti Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Federasi dinilai patut mempertimbangkan Alex Pastoor sebagai nakhoda anyar, alih-alih mengembalikan Shin Tae-yong sebagai solusi terbaik.
Patrick Kluivert telah resmi angkat kaki dari tim kepelatihan Timnas Indonesia menyusul pupusnya mimpi besar lolos ke Piala Dunia 2026. Dia berpisah dengan PSSI beberapa hari setelah Garuda gagal usai menelan dua kekalahan dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Skuad Garuda tumbang masing-masing dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Kekalahan itu dianggap netizen dan penggemar Timnas Indonesia karena ketidakpiawaian Patrick Kluivert dalam meramu skuad terbaik Garuda. Sebab, amunisinya sekarang sudah terbilang yang terbaik dan komplet.
Tuntutan terhadap Patrick Kluivert untuk pergi sebelumnya memang sangat masif. Di media sosial X saja tagar #PatrickOut sempat jadi trending topic selama dua hari sejak kegagalan Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Perpisahan antara PSSI dan Patrick Kluivert pun akhirnya terjadi pada Kamis (16/10). Juru taktik asal Belanda itu tak lagi menjadi pelatih Garuda setelah mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan.
Pengamat sepak bola Supriyono Prima menilai desakan netizen dan masyarakat Indonesia itu merupakan sesuatu yang wajar. Sebab, kesempatan itu jadi momen yang sangat krusial dan sudah lama dinantikan segenap bangsa Indonesia.
"Ya itu kan sesuatu yang wajar ya. Artinya, gini loh, momentum untuk mendapatkan kesempatan lolos, merasakan, dan mencicipi Piala Dunia itu kan enggak gampang ya kan? Waktunya tidak tidak pendek, kemudian juga biayanya tidak mudah, semua sudah dimaksimalkan, pemerintah juga terlibat, karena kan proses naturalisasi memerlukan persetujuan dari pemerintah," kata Supriyono Prima.
"Nah, yang ingin saya katakan adalah permintaan masyarakat. Kekecewaan masyarakat yang menginginkan Patrick Kluivert untuk out, ya karena memang setelah peralihan dari Shin Tae-yong, kemudian memilih Patrick Kluivert sebagai nakhoda," tambahnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (15/10) pagi.
Supriyono juga mengatakan bahwa permintaan masyarakat itu sebenarnya bukan hanya karena gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Tapi, juga kemampuan teknis Kluivert yang kurang dalam meracik strategi dan permainan Timnas Indonesia yang enak dilihat.
Pengamat yang juga mantan pemain Indonesia Primavera itu mempertanyakan rencana permainan Timnas Indonesia di bawah komando Patrick Kluivert. Hal ini berbeda dengan Shin Tae-yong, yang sejak awal dikenal dengan permainan bertahan dan memanfaatkan serangan balik.
Di mata Supriyono Prima, permainan Timnas Indonesia besutan Shin Tae-yong lebih terstruktur dan jelas. Hasilnya pun tak buruk karena mampu mengantarkan Garuda melaju hingga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sebelum dipecat.
"Untuk hal teknis aja, saya sebagai mantan, banyaklah orang-orang awam itu yang mempertanyakan, ini game plan-nya itu mau seperti apa sih? Artinya kan bangsa Indonesia, masyarakat Indonesia itu kan sebenarnya dengan dulu ada Shin Tae-yong yang katanya defense counter," terang Supriyono.
"Lalu, kenapa dengan defense counter itu? Toh nyatanya juga masih bisa ada kesempatan untuk di fase berikutnya, di ronde berikutnya. Nah, sekarang, Patrick Kluivert sistemnya apa? Konsepnya apa? Plan-nya apa? Padahal, kalau berbicara individu, puzzle-puzzlenya di setiap lini itu kan sudah terpenuhi," tambahnya.
Puzzle yang dimaksud Supriyono Prima adalah Timnas Indonesia sekarang sudah banyak diperkuat pemain diaspora, termasuk sejumlah nama tambahan yang belum bergabung saat era Shin Tae-yong.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022