
Skuad Timnas Indonesia saat menghadapi Arab Saudi. (Instagram @kevindiks2)
JawaPos.com - Timnas Indonesia bakal menghadapi Irak di laga terakhir putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Video Analisis Indonesia, Tommy Desky, membocorkan taktik Irak berdasarkan pertandingan Irak melawan Thailand di Final King's cup, bulan lalu.
Menurutnya, kekuatan utama Timnas Irak terletak pada lini serang, baik di posisi penyerang maupun gelandang serang yang memiliki kemampuan individu dan kreativitas tinggi. Ditambah lagi agresivitas menjadi ciri khas utama dalam setiap pertandingannya.
Pendekatan Irak menggunakan formasi dasar, misalnya 4-4-2, 4-2-3-1 dapat berubah-ubah. Namun, basis permainannya tetap sama, seringkali bertransformasi menjadi struktur 2-3-5 atau 3-2-5 saat fase menyerang untuk menciptakan overload di pertahanan lawan.
Irak juga sangat berbahaya dalam memanfaatkan early crossing dan duel udara, yang sering menciptakan bahaya meski pemain lawan sudah melakukan man-marking secara proper.
Salah satu kelemahan kunci dari pertahanan Irak adalah celah yang muncul di sisi sayap atau ruang sisi, terutama antara center back (bek tengah) dan back terluar (fullback).
Momen ini dapat dimanfaatkan oleh lawan, di mana pergerakan winger yang menusuk ke dalam atau menghadapi bek lawan akan membuka ruang di sisi lapangan untuk melakukan serangan balik secara cepat dan vertikal.
Thailand sukses mengeksploitasi celah ini dengan kombinasi pergerakan dan overload yang membuat fullback Irak menjadi tidak stabil dan kesulitan mengantisipasi gerakan bantuan dari pemain sayap lawan.
"Timnas Indonesia perlu menerapkan pertahanan yang agresif, menjaga lini tengah tetap rapat dan memberikan man-marking ketat terutama di dalam kotak penalti," ungkap Tommy Desky dari kanal youtube miliknya.
Penting memastikan setiap pemain, khususnya yang punya determinasi tinggi harus secara objektif mampu memenangkan duel satu lawan satu dan bertanggung jawab penuh dalam man-marking untuk mengeliminasi niat serangan Irak.
Tujuannya adalah merebut bola secepat mungkin, memaksa Irak untuk tidak nyaman dan sibuk bertahan, serta mencegah mereka membangun serangan dari bawah dengan leluasa.
Dengan melakukan pressing yang efektif, Indonesia dapat mengambil inisiatif dan memaksakan permainan keras, terbukti bisa menyulitkan Irak seperti yang dilakukan Thailand.
