Jay Idzes dan Maarten Paes di Podcast The Haye Way. (Instagram The Haye Way)
JawaPos.com - Dalam wawancara yang dilakukan dengan Maarten Paes dan Jay Idzes, mereka membahas kekalahan Timnas Indonesia dari Arab Saudi serta persiapan untuk laga penting melawan Irak.
Idzes mengawali pernyataannya dengan mengungkapkan bahwa kekalahan dari Arab Saudi adalah hasil yang sangat sulit diterima. Namun, dia menegaskan bahwa tim hanya memerlukan waktu satu hari untuk pulih dan segera fokus pada pertandingan selanjutnya.
Paes menambahkan bahwa meskipun malam setelah pertandingan dipenuhi dengan adrenalin dan rasa kecewa, seluruh tim harus tetap bersikap objektif. Mereka perlu menganalisis dan mengambil pelajaran berharga, baik dari sisi individu maupun tim secara keseluruhan.
Dia juga mengakui bahwa kelelahan fisik terasa lebih berat setelah kekalahan tersebut. Meskipun tertinggal 3-1, semangat juang tim tetap terlihat, dan hal ini menjadi modal penting agar mereka tidak mudah menyerah dalam menghadapi lawan.
Kedua pemain sepakat bahwa pertandingan melawan Irak bukanlah sekadar laga biasa, melainkan merupakan final kedua yang harus dimenangkan setelah kekalahan dari Arab Saudi. Hal ini sangat penting mengingat peluang kualifikasi Piala Dunia yang masih ada.
Paes juga mencatat bahwa waktu istirahat yang singkat bisa menjadi keuntungan bagi tim. Dengan tetap berada dalam mode kompetisi, mereka berharap Irak yang memiliki waktu istirahat lebih lama akan memulai pertandingan dengan lebih lambat dan kurang familiar dengan atmosfer stadion.
“Fokus utama tim harus tertuju pada diri sendiri, di mana mereka memiliki kontrol penuh terhadap upaya, lari, dan keinginan untuk membantu rekan satu tim di lapangan,” ungkap Paes.
Dia juga menyadari bahwa Irak adalah tim yang sangat fisikal, memiliki kebiasaan menembak dari jarak jauh, dan memiliki penyerang yang berkualitas. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Timnas Indonesia menjelang laga tersebut.
Idzes menambahkan bahwa dalam menghadapi Irak, tim harus bermain secara kolektif layaknya saudara. Dia menekankan bahwa tidak ada tempat untuk ego individu, karena semua pemain berjuang untuk satu tujuan yang lebih tinggi, yaitu lambang Garuda yang mereka banggakan di dada.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Garuda Fans yang mereka sebut sebagai 'pemain ekstra' di lapangan. Kehadiran 10-15 ribu fans di stadion memberikan energi dan kekuatan luar biasa bagi tim, bahkan di saat-saat tersulit,” ujar Idzes.
Idzes menutup wawancara dengan pesan yang mendalam. Meskipun hasil akhir pertandingan tidak selalu sesuai harapan, tim bermain untuk keluarga mereka dan 280 juta rakyat Indonesia.
Ia memastikan bahwa mereka ingin bisa menatap cermin dan berkata, “Kami telah memberikan segalanya di lapangan, dan rakyat bisa bangga pada kami,” yang merupakan tujuan tertinggi dari perjuangan mereka.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
