Makan Konate kembali bersinar bersama Adhyaksa FC di Championship 2025/2026. (Media Adhyaksa FC)
JawaPos.com — Makan Konate kembali menjadi sorotan. Gelandang asal Mali itu kini sukses memimpin Adhyaksa FC Banten bersaing di papan atas Championship 2025/2026 dan berpeluang besar membawa timnya promosi ke Super League musim depan.
Nama Makan Konate bukan sosok asing bagi pecinta sepak bola Indonesia.
Ia dikenal sebagai pemain yang pernah merasakan kasih sayang dari berbagai kelompok suporter besar seperti Bobotoh, Aremania, The Jakmania dan Bonek.
Namun di balik karier cemerlangnya, ada kisah mengharukan tentang kesetiaan dan profesionalisme saat membela Persebaya Surabaya.
Konate tercatat bertahan selama 331 hari di Kota Pahlawan di tengah ketidakpastian kompetisi akibat pandemi Covid-19 sejak bergabung pada musim 2020/2021 hingga musim 2021/2022.
Kala itu, pemain kelahiran Bamako, 10 November 1991, menjadi satu-satunya pemain asing Persebaya Surabaya yang tetap tinggal di Surabaya meski liga dihentikan sejak Maret 2020.
Ia memilih bertahan dengan harapan kompetisi kembali digelar, meski rekan-rekan asingnya sudah lebih dulu meninggalkan Indonesia.
Konate bahkan sempat berjanji akan mempersembahkan trofi juara bagi Bonek. Sayangnya, harapan itu pupus setelah PSSI gagal mendapatkan izin penyelenggaraan kompetisi dari pihak kepolisian.
Pada 11 Desember 2020, Konate dengan berat hati mengumumkan kepergiannya dari Persebaya Surabaya.
Dalam pesan perpisahannya, ia menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada manajemen, rekan-rekan setim, dan Bonek atas kebersamaan yang terhenti di tengah jalan.
“Keputusan ini sangat sulit. Saya sudah menjanjikan trofi untuk Persebaya, tapi situasi dan kondisi tidak memungkinkan,” ujar Konate kala itu dengan nada penuh emosi.
Ia juga menegaskan akan selalu mengingat kota Surabaya dan para pendukungnya yang luar biasa.
Manajemen Persebaya Surabaya kala itu melalui Manajer Candra Wahyudi pun mengakui tidak bisa berbuat banyak. Ketidakpastian kompetisi membuat klub kehilangan dua pemain asing sekaligus, yakni David da Silva dan Makan Konate.
“Siapa pun tidak bisa memberi kepastian. PSSI dan LIB pun belum mampu menjamin kelanjutan liga. Kami benar-benar tak berdaya,” kata Candra Wahyudi menanggapi kepergian sang gelandang andalan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022