Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 20.35 WIB

Federico Barba Alami Culture Shock Makanan, Pasta Masih Makanan Favorit

Federico Barba diperkenalkan Perib Bandung sebagai salah satu pemain baru. (ig fedebarba19) - Image

Federico Barba diperkenalkan Perib Bandung sebagai salah satu pemain baru. (ig fedebarba19)

JawaPos.com-Federico Barba beradaptasi dengan kehidupan di Bandung setelah resmi bergabung dengan Persib Bandung. Pemain asal Italia ini mengaku sempat mengalami culture shock, terutama soal makanan, selama sepekan berada di Kota Kembang.

Barba, yang berusia 32 tahun dan pernah memperkuat klub-klub Eropa ternama seperti AS Roma dan Empoli, mengaku terbiasa dengan makanan khas Italia, termasuk pasta. Sehingga menemukan kuliner lokal Indonesia terasa cukup berbeda.

“Ya, saya sekarang sedang mencoba untuk menemukan banyak hal, sejujurnya ini bagus. Tapi saya adalah orang Italia, mengenai makanan, saya cinta pasta dan tidak mudah untuk mengubahnya,” kata Barba saat ditemui di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung.

Meski sempat merasakan culture shock, Barba menegaskan bahwa pengalaman ini justru menjadi bagian dari perjalanan karirnya. Adaptasi terhadap lingkungan baru, termasuk makanan, menurut dia penting untuk bisa tampil maksimal di lapangan.

Di Persib Bandung, Barba direkrut sebagai amunisi anyar untuk memperkuat lini belakang Maung Bandung. Meskipun klub sudah memiliki banyak bek mumpuni seperti Julio Cesar, Patricio Matricardi, Frans Putros, Alfeandra Dewangga, Kakang Rudianto, dan Rezaldi Hehanussa, Barba justru senang dengan kondisi ini.

“Diperkuat banyak pemain yang sangat bagus. Jadi kami bisa bermain dengan empat bek atau tiga bek,” ujar Barba.

“Pelatih punya banyak opsi untuk menentukan skema, dan pertahanan merupakan hal paling utama di tim, termasuk penjaga gawang,” tambah dia.

Menurut Barba, adaptasi terhadap kota baru dan kebiasaan lokal, termasuk makanan adalah tantangan yang wajar bagi pemain asing. Dia optimistis proses ini tidak mengganggu fokusnya untuk tampil maksimal di lapangan.

Dengan semangat positif, Barba berharap bisa segera menyesuaikan diri dengan ritme permainan Persib dan atmosfer Kota Bandung. Dia juga menargetkan untuk membantu tim bersaing di dua kompetisi besar musim ini. Yakni BRI Super League 2025/26 dan AFC Champions League Two 2025/26.

“Jadi kami akan bekerja bersama-sama supaya menjadi lebih baik dan semakin siap untuk pertandingan,” tutur Barba.

Culture shock yang dialami Barba menjadi bukti bahwa perjalanan karir pemain tidak hanya soal latihan dan pertandingan, tetapi juga bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Adaptasi yang baik diyakini akan membantunya tampil maksimal di setiap laga Persib Bandung.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore