
Federico Barba diperkenalkan Perib Bandung sebagai salah satu pemain baru. (ig fedebarba19)
JawaPos.com-Federico Barba beradaptasi dengan kehidupan di Bandung setelah resmi bergabung dengan Persib Bandung. Pemain asal Italia ini mengaku sempat mengalami culture shock, terutama soal makanan, selama sepekan berada di Kota Kembang.
Barba, yang berusia 32 tahun dan pernah memperkuat klub-klub Eropa ternama seperti AS Roma dan Empoli, mengaku terbiasa dengan makanan khas Italia, termasuk pasta. Sehingga menemukan kuliner lokal Indonesia terasa cukup berbeda.
“Ya, saya sekarang sedang mencoba untuk menemukan banyak hal, sejujurnya ini bagus. Tapi saya adalah orang Italia, mengenai makanan, saya cinta pasta dan tidak mudah untuk mengubahnya,” kata Barba saat ditemui di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung.
Meski sempat merasakan culture shock, Barba menegaskan bahwa pengalaman ini justru menjadi bagian dari perjalanan karirnya. Adaptasi terhadap lingkungan baru, termasuk makanan, menurut dia penting untuk bisa tampil maksimal di lapangan.
Di Persib Bandung, Barba direkrut sebagai amunisi anyar untuk memperkuat lini belakang Maung Bandung. Meskipun klub sudah memiliki banyak bek mumpuni seperti Julio Cesar, Patricio Matricardi, Frans Putros, Alfeandra Dewangga, Kakang Rudianto, dan Rezaldi Hehanussa, Barba justru senang dengan kondisi ini.
“Diperkuat banyak pemain yang sangat bagus. Jadi kami bisa bermain dengan empat bek atau tiga bek,” ujar Barba.
“Pelatih punya banyak opsi untuk menentukan skema, dan pertahanan merupakan hal paling utama di tim, termasuk penjaga gawang,” tambah dia.
Menurut Barba, adaptasi terhadap kota baru dan kebiasaan lokal, termasuk makanan adalah tantangan yang wajar bagi pemain asing. Dia optimistis proses ini tidak mengganggu fokusnya untuk tampil maksimal di lapangan.
Dengan semangat positif, Barba berharap bisa segera menyesuaikan diri dengan ritme permainan Persib dan atmosfer Kota Bandung. Dia juga menargetkan untuk membantu tim bersaing di dua kompetisi besar musim ini. Yakni BRI Super League 2025/26 dan AFC Champions League Two 2025/26.
“Jadi kami akan bekerja bersama-sama supaya menjadi lebih baik dan semakin siap untuk pertandingan,” tutur Barba.
Culture shock yang dialami Barba menjadi bukti bahwa perjalanan karir pemain tidak hanya soal latihan dan pertandingan, tetapi juga bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Adaptasi yang baik diyakini akan membantunya tampil maksimal di setiap laga Persib Bandung.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
