
Koreografi suporter Persib saat seremoni perayaan Persib Bandung juara Liga 1 2024/2025 di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/5/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Regulasi mengenai larangan suporter away alias tim tamu untuk Super League 2025/2026 masih menjadi tanya. Namun keputusan final diyakini akan muncul dalam satu atau dua hari ke depan, namun bergantung pada sikap PSSI sebagai federasi.
Larangan suporter tim tamu datang dalam pertandingan Liga Indonesia sudah berlaku dalam tiga musim terakhir. Yakni mulai pertengahan musim Liga 1 2022/2023 hingga musim lalu 2024/2025.
Aturan ini dibuat pasca munculnya Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 22 Oktober 2022. PSSI beralasan larangan suporter tim tamu sebagai bagian dari transformasi sepak bola Indonesia yang melibatkan FIFA.
Namun desakan demi desakan belakangan mulai muncul. Terutama musim lalu, di mana banyak suporter yang nekat datang ke kandang tim tuan rumah yang berdampak sanksi denda oleh Komite Disiplin PSSI.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang kini berubah nama jadi I.League selaku operator kompetisi pun mengupayakan agar regulasi itu dicabut. Sehingga Super League 2025/2026 bisa bergulir dengan kehadiran suporter tamu.
Namun kini hingga kurang dari sepekan jelang Super League 2025/2026 dimulai, masih belum ada keputusan. Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyebut kepastian aturan tersebut akan didapat dalam waktu dekat.
"Kami lagi melakukan finalisasi, terutama untuk sinkronisasi kepada pihak kepolisian. Mungkin dalam satu hingga dua hari ke depan akan ada keputusan. Proposal yang kita sampaikan kepada pihak kepolisian," kata Ferry Paulus dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (3/8).
Ferry menjelaskan, I.League sebenarnya sudah memiliki sejumlah alternatif dan cara agar suporter tim tamu bisa ada lagi. Semua itu sudah dimasukkan dalam proposal yang dibahas oleh Kepolisian dan PSSI.
"Alternatif yang pertama adalah memberikan permohonan suporter tamu untuk bisa hadir dengan status tanpa masalah, artinya tidak ada rivalitas seperti misalnya Persib dan Persija dan sebagainya," terangnya.
"Kemudian yang kedua adalah membuat terobosan mencari satu sistem yang sedang difinalisasi dan sudah kita presentasikan kepada pihak kepolisian yaitu ticketing system," imbuh Ferry.
I.League berharap ada kejelasan dan titik terang. Tapi Ferry menegaskan bahwa pencabutan aturan larangan suporter away bergantung pada putusan PSSI sebagai federasi dan regulator.
"Rasanya 1-2 hari ini akan final. Kemarin dari mabes polri juga sudah memberikan respons. Tapi yang pasti, bukan hanya dari pihak kepolisian, PSSI sebagai regulator juga harus memberikan persetujuannya, kaitannya dengan sinkronisasi transformasi dengan FIFA. Ya harapannya sih ada titik terang," tutupnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
