
Persebaya Surabaya siap berjuang habis-habisan di Liga 1 Indonesia 2025/2026. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya menatap Liga 1 Indonesia 2025/2026 dengan wajah baru namun tetap menjunjung filosofi khas Green Force. Yang paling menarik, tim ini kini dibangun oleh dua sosok yang pernah menjadi tangan kanan pelatih kelas dunia: Shin Tae-yong dan Luis Milla.
Dua nama itu hadir lewat formasi staf pelatih anyar Persebaya Surabaya yang penuh kejutan. Pelatih kepala Eduardo Perez dan asisten pelatih Shin Sang-gyu menjadi representasi dua mantan juru taktik Timnas Indonesia.
Eduardo Perez bukan orang asing bagi sepak bola Indonesia, khususnya Timnas U-23 era Asian Games 2018. Ia adalah tangan kanan Luis Milla yang sukses membawa Garuda Muda menjadi juara Grup A dan melaju ke babak 16 besar.
Kini, Eduardo kembali ke Indonesia dengan tanggung jawab besar sebagai arsitek utama Green Force. Filosofi permainan modern ala Spanyol dipastikan akan tetap mewarnai skema permainan Persebaya Surabaya musim ini.
Sementara itu, kehadiran Shin Sang-gyu juga bukan sekadar pelengkap di jajaran pelatih.
Ia merupakan asisten kepercayaan Shin Tae-yong yang turut membentuk fisik prima pemain Timnas Indonesia selama masa transisi besar-besaran.
Peran vital Shin Sang-gyu di timnas terlihat jelas saat Indonesia tampil di Piala Asia U-23 2024. Di bawah arahannya, stamina para pemain tidak menjadi hambatan dalam meladeni lawan-lawan tangguh Asia.
Duet Eduardo Perez dan Shin Sang-gyu menghadirkan kombinasi khas Eropa dan Korea Selatan yang jarang dimiliki klub Liga 1 lainnya.
Ini menjadikan Persebaya Surabaya sebagai satu-satunya tim di Indonesia yang dibangun dengan DNA dua pelatih kelas dunia tersebut.
Meski begitu, Persebaya Surabaya tetap menjaga identitasnya lewat sosok lokal yang tak tergantikan. Uston Nawawi masih dipercaya sebagai asisten pelatih, memperkuat akar lokal sekaligus menjaga karakter khas Green Force.
Uston adalah legenda hidup Persebaya Surabaya dan simbol loyalitas bagi publik Surabaya. Keberadaannya diyakini mampu menjaga semangat juang dan mental bertarung para pemain di setiap laga.
Dengan kombinasi pelatih asing berkualitas dan legenda lokal yang berpengaruh, Persebaya Surabaya terlihat sangat serius menatap musim ini.
Bahkan sejak latihan perdana pada 23 Juni 2025, tim ini menunjukkan progres signifikan setiap harinya.
Eduardo Perez pun mengaku puas dengan perkembangan tim dalam masa pramusim ini. Menurutnya, para pemain menunjukkan sikap dan performa yang luar biasa selama sesi latihan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
